Bencanagempa di mana-mana. Membuat manusia harus ingat kepadaMu. Meskipun singkat, puisi pendek tentang alam di atas memberikan pesan yang sangat mendalam yaitu alam tidak akan selamanya memberikan pelayanan yang enak kepada manusia, sebab manusia telah serakah dan terus-menerus merusak alam. 13. Puisi Tentang Bencana Alam Tsunami Bencanaalam dapat mempengaruhi ketahanan nasional. Bencana alam menjadi salah satu ancaman bagi ketahanan nasional (Pranowo, 2010: 13). Terjadinya bencana mengakibatkan kehidupan menjadi lumpuh. Terjadinya bencana alam dapat mempengaruhi ketahanan pangan dan kesehatan di Indonesia. Bencana yang terjadi menyebabkan tidak berfungsinya lahan KasihanBangsa. Puisi Indonesia Menangis. #1. Negaraku. #2. Bumi Kita. Hukum Rimba Itu Hukum Negeriku. Penutup. Puisi Indonesia - Berbicara tentang Indonesia, tidak hanya menceritakan tentang keindahannya, kekayaan sumber daya alamnya, kesuburan tanahnya, keramahan penduduknya. Demikianpuisi tentang bencana alam erupsi gunung meletus yang bisa saya tuliskan untuk kali ini. Gunung meletus dari wikipedia bahasa indonesia, ensiklopedia bebas langsung ke: Puisi anakku dimuat di solopos catatan mr supri. 30 puisi bahasa jawa dan artinya cakhasan. Kumpulan contoh puisi bertema keindahan alam dan lingkungan hidup. InilahPuisi Tentang Alam Indonesia Tercinta. Lihatlah, hutan kita ini. Sedikit demi sedikit, habis oleh manusia. Yang tidak memikirkan, masa depannya. Hanya mementingkan pribadi, tanpa peduli Lewat puisi alam ini, aku bertanya. Lewat curahan kata, aku bicara. Indahnya tanahku di atas negeri. Ribuan pulau menyapa senyum bijaksana Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng. Bencana alam sering melanda. Apalagi akhir-selesai ini. Sehingga berbagai orang yang menciptakan puisi wacana musibah. Entah wacana banjir, tanah longsor, gunung meletus, gempa bumi, dan lain sebagainya. Puisi petaka yaitu puisi yang menceritakan aneka macam hal perihal tragedi yang melanda manusia. Puisi tentang bencana alam bisa berisi banyak sekali hal. Mulai dari membuktikan kejadian. Hingga penyebab bencana alam itu sendiri. Seperti dimengerti, berbagai kerusakan alam alasannya ulah manusia. Alam yang tadinya asri dan indah, berubah gersang. Hutan pun semakin botak. Sungai-sungai banyak dikotori oleh sampah. Begitu pula dengan udara. Udara tercemar oleh polusi. Semua itu balasan tindakan manusia. Akibatnya pun akan dirasakan oleh manusia. Misalnya karena hutan makin sedikit, Di demam isu kemarau akan kelemahan air. Sebaliknya saat demam isu hujan, akan menjadikan banjir. Semua itu ialah balasan dari ulah insan sendiri. Berikut ini ialah kumpulan puisi bencana alam. Ada yang terdiri dari 2 bait, 3 bait, dan 4 bait. Semoga bisa menolong. Puisi Bencana Alam Singkat 2 BaitBersabarTerendamPuisi Bencana Alam 3 BaitMenggenangGunung MengamukPuisi Bencana Alam 4 BaitRuntuhAmpuni Dosa KamiPuisi Bencana Alam BanjirHujan Yang Belum RedaSungai SampahDikepung AirPuisi Bencana Alam TsunamiTangisan DukaCahaya HarapanBencana Gempa BumiBumi BerderakRasanya BerbedaRuntuhnya RumahSedih Di HatiKe Mana Berlari?Apa Yang Dimaksud Dengan Bencana?Apa Yang Dimaksud Dengan Gempa Bumi?Puisi Bencana Gunung MeletusAwan PanasAbu LetusanHilang DesakuBerkali-kaliKebakaran HutanDilalap ApiHutanku Yang MalangRindu Pada HutankuPuisi Tentang HutanPuisi Air TerjunKerusakan Alam Puisi Bencana Alam Singkat 2 Bait Di bawah ini yang merupakan kumpulan puisi yang singkat. Hanya terdiri dari 2 bait saja. Bercerita perihal musibah. Tentunya berisi kesedihan. Tetapi juga ada cita-cita. Semoga musibah ini bisa terselesaikan. Banjir Melanda Hujan turun tak reda-reda Amat deras tanpa jeda Semua itu suatu membuktikan Bahwa banjir datang melanda Karena banjir rumah tenggelam Merusak segala harta dan benda Pikiran pun terasa suram Hilang di jiwa rasa bahagia Bersabar Bencana datang kapan saja Kadang-kadang tidak disangka Datangnya dengan datang-tiba Manusia tak siap menghadapinya Apapun yang sedang terjadi Rasa tabah mesti di hati Bencana ini ketentuan rabbul Izzati Sebagai ujian bagi manusia di tampang bumi. Terendam Rumahku terendam air Tinggi sekali hingga di kaki Walaupun hujan hanya sebentar Banjir merendam area lebar Mungkin ini ulah manusia Yang menebang hutan dan rimba Di mana air hendaknya disimpan Jika tak ada pohon di dalam hutan Berikutnya ialah kumpulan puisi yang terdiri dari 3 bait. Biasanya digunakan untuk pelajaran anak-anak SMP. Sedangkan puisi yang singkat umumnya untuk anak-anak SD. Pelajari dan baca dengan seksama. Kemudian cobalah untuk mendeklamasikannya. Menjelang Panen Terhampar luas padi di desa Warnanya kuning keemasan Pemandangan yang membahagiakan jiwa Hamparan sawah bagai hiasan Sayang sayang seribu sayang Hujan turun tak kunjung reda Harapan senang pun melayang Air hujan merendam sawah Bencana ini sungguh menyedihkan Bagi penduduk di pedesaan Padi menguning ini rusak Menyisakan kepedihan Menggenang Ku lewati jalan itu Sehabis turun hujan Air banyak menggenang Di sepanjang tepian jalan Beginilah setiap hujan Air tak tertampung di selokan Akhirnya jalan pun terendam Membahayakan bagi pejalan Kenapa peristiwa ini terjadi Mungkinkah alasannya ulah kita Yang sudah tak memiliki nurani Merusak alam tanpa rasa berdosa. Gunung Mengamuk Kudengar kabar info Gunung Merapi jauh disana Yang lazimnya berdiam diri Kini mulai menunjukkan api Awan panas membumbung tinggi Dari kawah gunung berapi Membuat takut masyarakatdesa Jangan-jangan tragedi menimpa Bila Gunung mengamuk marah Hawa panas dimuntahkannya Mematikan kebun petani Menyisakan rasa sedih. Puisi Bencana Alam 4 Bait Puisi merupakan karya seni. Sudah diketahui sejak dulu era. Puisi kadang dipakai untuk merekam suatu peristiwa. Termasuk puisi di bawah ini. Merupakan puisi wacana peristiwa yang terdiri dari 4 bait. Asap Oh asap… Kau terus mengepul tinggi Dari hutan negeri ini Menyebar ke pelosok negeri Asep sudah menjadi kabut Menutupi persepsi mata Desaku seperti tertutup Memandang pun tak leluasa Wahai insan Mengapa temanmu membakar rimba Menimbulkan berbagai bencana Hingga kini tak juga reda Kau memperabukan pepohonan Sehingga rusak muka hutan Membunuh binatang hewan Apakah engkau tak berperasaan? Runtuh Bila bumi bergemeretak Walau hanya beberapa detak Gedung-gedung akan terguncang Rumah-rumah banyak yang runtuh Begitulah kalau tiba bencana Gempa bumi yang tak bisa diduga Paniklah para insan Banyak pula yang tertimpa Gempa bumi luar biasa Rumah kokoh hancur kesudahannya Kadang rata dengan tanah Tak ada kemegahan yang tersisa Wahai manusia yang lemah Jangan besar kepala di hadapan di hadapan-Nya Bila telah menimpakan bencana Ke manakah kaki selamatkan diri? Ampuni Dosa Kami Bila insan banyak dosa Bumi pun tak mau menerima Bumi gundah dan gusar Lalu tragedi datang melanda Sekiranya insan bertaqwa Maka bumi pun penuh berkah Jauh dari bala tragedi Menjauh dari alam yang murka Bencana ini memang menerpa Agar manusia menjadi sadar Meninggalkan aneka macam dosa Atau memilih mati terkapar Kembalilah wahai manusia Kepada perintah Tuhan yang Esa Bencana di dunia tak seberapa Di darul baka luar biasa Puisi Bencana Alam Banjir Bencana banjir sering terjadi. Terlebih di demam isu hujan. Dahulu bencana banjir umumnya terjadi di kota besar. Sekarang banjir dimana-mana. Di kota maupun di desa. Dahulu yang terkena banjir cuma Jakarta. Saat ini hampir semua kota. Kota Bandung, Surabaya, Pekanbaru, dan kota-kota yang lain di Indonesia. Banyak sekali penyebabnya. Karena telah tidak ada lagi hutan. Pepohonan banyak ditebang. Kemudian susukan air yang kurang baik. Dan tentunya sampah yang menggunung di mana-mana. Terutama di sungai-sungai. Semua itu menjadi penyebab tragedi banjir. Hujan Yang Belum Reda Dan bila hujan datang Resah pula rasa di dada Aku takut banjir melanda Menghancurkan harga benda Hujan ini belum juga reda Dalam hati saya berdoa Semoga tidak terjadi apa-apa Jangan sampai ada peristiwa Hujan ini tak pernah salah Hanya insan yang serakah Membabat hutan rimba Mengundang bala bencana Sungai Sampah Sungai ini begitu jernih Tempat bermain si anak ikan Air mengalir ke sawah-sawah Dari pagi hingga petang Airnya bersih amat bening Sejuk sekali jika disentuh Anak-anak pun bermain-main Berenang di air yang tak keruh Tapi itu kisah dahulu Kini semuanya telah berubah Kondisi sungai amatlah pilu Karena sungai sarat dengan sampah Saat hujan turun deras Air sungai pun meluap-luap Tumpah ke kampung-kampung Merendam rumah di kota-kota. Dikepung Air Bila manusia tak peduli Seolah-olah tidak punya hati Membuang sampah asal-asalan Membakar hutan, menghancurkan pegunungan. Akan tiba saatnya nanti Saat alam mulai beraksi Derita manusia dia tak peduli Karena manusia sudah menyakiti Datanglah banjir yang mengepung Jalan jalan terendam air Di mana-mana penyakit timbul Hati insan pun merasa duka Jika ingin hidup sejahtera Harmonis bareng alam semesta Cobalah untuk senantiasa peduli Jagalah keasrian alam ini. Puisi Bencana Alam Tsunami Bencana tsunami berulang kali terjadi. Di Palu dan di Aceh. Bencana ini menimbulkan kerusakan yang besar. Rumah rumah runtuh. Jiwa insan pun melayang. Tsunami biasanya disebabkan gempa bumi. Yaitu gempa bumi yang terjadi di lautan. Sehingga air bahari bergerak. Lalu bergelombang hingga ke tepi pantai. Ribuan korban jiwa melayang. Ribuan rumah hancur tak bersisa. Begitulah bila bencana tsunami melanda. Di bawah ini merupakan puisi ihwal tsunami. Gelombang Menerjang Di pagi hari yang begitu cerah Manusia melaksanakan aktivitasnya Sang surya pun bercahaya terang Menghangatkan bumi tersayang Tiba-tiba pantai mengering Airnya surut entah kemana Terlihat ikan bergeletakan Kehilangan air dari lautan Manusia asyik bermain Di tepi pantai yang sungguh indah Saat menyadari apa-apa Sebentar lagi datang tragedi Lalu dengan tiba-datang Gelombang tinggi bergulung gulung Bagaikan pohon pohon kelapa Yang menerkam dari samudra Gelombang itu terlihat pelan Padahal melaju ke daratan Hancurkan pantai satu sapuan Segalanya jadi berantakan Tangisan Duka Kulihat wajah-tampang suram Mata mereka terlihat dalam Isak tangis bersahutan Ada bencana dari lautan Anak kecil mencari ibunya Yang terpisah entah dimana Seorang ibu menangis pilu Melihat anaknya terbujur kaku Mayat-mayit bergelimpangan Memenuhi sepanjang jalan Bencana ini cuma sesaat Tapi dampaknya begitu hebat Lautan menumpahkan air Hingga menyapu ke tepian Manusia tak lagi berpikir Hanya mencoba menyelamatkan Rumah-rumah pun runtuh Berantakan diterjang gelombang Bagaikan mainan dari kertas Saat disapu ombak yang keras Betapa lemah insan Saat menghadapi bala tragedi Wajah alam tampak murka Menyisakan pedih semata Cahaya Harapan Bencana merusak seluruhnya Meruntuhkan rumah-rumah Yang dibangun begitu usang Hancur hanya saat itu juga Gedung-gedung yang begitu megah Tak mempunyai kekuatan apa-apa Alam lebih kuat dari manusia Di hadapan tragedi tak berdaya Untuk apa bersedih hati Bencana ini udah di ratapi Nyalakanlah api keinginan Untuk membangun kurun depan Mari kita bangun kembali Meneruskan kehidupan ini Tak ada gunanya bersedih diri Semua luka mari kita obat Semua memang terlihat berlawanan Setelah tragedi datang melanda Tuhan sudah menunjukkan potensi Agar kita pulang ke pintu pertobatan Bencana Gempa Bumi Indonesia kerap kali ditimpa gempa bumi. Gempa bumi memang tak mampu dikesampingkan. Kecuali dengan banyak-banyak bertakwa kepada Allah. Semakin kesini kian banyak gempa bumi. Itulah yang telah disampaikan oleh Rasulullah. Semakin banyak kemaksiatan, bertambah banyak gempa bumi tiba. Gempa bumi bukan sekedar fenomena alam. Tukang kendang terjadinya patahan. Tetapi gempa bumi ada relevansinya dengan dosa-dosa manusia. Ketika tragedi datang, jadi pelajaran bagi orang yang beriman. Gempa bumi besar pernah terjadi di aneka macam tempat. Di Lampung, di Palu, Mentawai, Jogjakarta, dan banyak daerah lainnya. Apabila gempa ini terjadi di lautan, mampu menjadikan tsunami. Bumi Berderak Hanya sesaat Tiba-datang bumi berderak Rumah-rumah patah dan rusak Apa yang sudah terjadi Telah tiba gempa bumi Menggetarkan sanubari Manusia bagaikan limbung Tak tau apa yang terjadi Duka lara merundung Gempa mengguncang negeri ini Rasanya Berbeda Kemarin terasa indah Langit biru begitu cerah Anak ibu bercengkrama Begitu hangat di keluarga Hari ini semua berganti Keindahan itu sudah berlalu Bumi tampak berantakan Orang menangis di reruntuhan Tinggalah puing-puing Yang menyesakkan cita-cita Tubuh banyak yang terluka Oleh tragedi yang datang-tiba Mungkin ini yaitu cobaan Untuk mereka yang beriman Atau sekedar pengingat Agar hentikan semua maksiat Runtuhnya Rumah Di rumah itu Ada canda dan tawa Banyak kita beribu-ribu Semarakan hari-hari dunia Siapa yang menduga Gempa bumi tiba melanda Rumah runtuh seketika Menyisakan puing-puing saja Atap rumah ambruk Tiang tiang sudah patah Dinding kuat runtuh Hati ini menjadi kelabu Sedih Di Hati Seorang anak kecil Sendiri duduk menggigil Menatap rumahnya yang runtuh Ibunya terbaring kaku Ia menatap ke sekitar Desanya mirip tak diketahui Orang-orang ketakutan keluar Dengan paras yang begitu muram Gempa bumi mengganti tampang Yang ceria kini berduka Yang indah kini berubah Puing-puing di mana-mana Sedih pilu hatinya Anak kecil itu meratap murung Hanya air mata yang mengalir Menghadapi peristiwa yang tak terpikir. Ke Mana Berlari? Ketika bencana terjadi Kemana lagi manusia berlari Tak ada tempat untuk berlindung Hanya kepada Tuhan memohon ampun Sungguh tak bisa kita menahan Apabila tragedi menyerang Lemah lunglai segala daya Itulah kekuasaan Tuhan yang Esa Tak ada kawasan berlari Kecuali hanya kepada-Nya Jangan angkuhkan diri Bersimpuhlah kepada-Nya. Apa Yang Dimaksud Dengan Bencana? BENCANA yakni peristiwa atau rangkaian insiden yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan penduduk yang disebabkan, baik oleh aspek alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor insan sehingga menjadikan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan imbas psikologis. Apa Yang Dimaksud Dengan Gempa Bumi? Gempa bumi yakni getaran atau getar-getar yang terjadi di permukaan bumi balasan pelepasan energi dari dalam secara tiba-datang yang membuat gelombang seismik. Puisi Bencana Gunung Meletus Letusan gunung merupakan kejadian yang terjadi balasan endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi. Bencana letusan gunung terjadi berulang kali di Indonesia. Salah satu yang besar adalah letusan gunung Krakatau. Letusan gunung ini memisahkan antara pulau Jawa dengan Pulau Sumatera. Artinya Gunung Krakatau memiliki letusan yang sangat ahli. Letusan itu terjadi sekitar tahun 1800-an. Menurut para hebat, debu dari letusan gunung Krakatau hingga ke Eropa. Saat ini masih banyak gunung yang masih aktif. Gunung Merapi dan Gunung Sinabung merupakan letusan yang juga sungguh besar. Bencana tersebut menghancurkan pertanian penduduk . Abu dari letusan gunung menimbulkan flora mati. Berikut ini merupakan puisi tragedi gunung meletus. Awan Panas Membumbung tinggi ke angkasa Bagaikan awan yang bergulung-gulung Hawa panas sungguh terasa Sebuah mengambarkan dari gunung Manusia mulai panik Tak usang lagi ada letusan Lava mulai dikeluarkan Dengan bunyi menggetarkan Burung-burung melayang Meninggalkan pegunungan Begitu pula aneka macam hewan Karena peristiwa sudah dicicipi Tak ada yang bisa dijalankan Desa permai ditinggalkan Karena nyawa sebagai taruhan Jika gunung mengeluarkan letusan. Abu Letusan Kau tebarkan bubuk Pada desa yang kamu pangku Menebarkan hawa di udara Panas melanda sangat terasa Kau terbarkan bubuk Pada daun-daun di kebun Sayuran pun mulai layu Panasmu memang tak tertahankan Kau terbarkan debu Ke utara ke selatan Kepada insan maupun hewan Membuat mereka ketakutan Kau terbarkan bubuk Sesuai perintah dari Tuhan Agar tumbuh di hati manusia Rasa takut juga keinginan. Hilang Desaku Hilang desaku Ditimpa oleh tragedi Letusan gunung Memporak-porandakannya Hilang desaku Juga sawah dan kebunnya Yang tersisa hanyalah debu Sisa dari peristiwa itu Kami mesti bangun lagi Membangun desa ini Agar kembali asri Indah berbunga dan bersemi. Berkali-kali Oh Gunung Merapi Engkau masih beraksi Lagi dan lagi Belum juga berhenti Engkau meletus saban hari Membuat khawatir setiap diri Kapankah tenang kembali Melihat wajahmu berseri-seri. Kami cuma menunggu Berdoa di tenda-tenda kami Kau menggelegar kami sunyi Menjaga asa tetap bersemi. Kebakaran Hutan Bencana bisa dalam bentuk apa saja. Misalnya kebakaran hutan, banjir bandang, letusan gunung, ataupun gempa bumi. Salah satu bencana yang terjadi hampir setiap tahun yaitu kebakaran hutan. Biasanya terjadi di waktu kemarau. Kebakaran hutan berpengaruh pada banyak hal. Mengakibatkan kabut asap. Kematian hewan-binatang. Semakin hari hutan di Indonesia semakin sedikit. Hal itu disebabkan adanya pembukaan kebun dan pertambangan. Kebakaran hutan kadang-kadang terjadi dengan alamiah. Namun banyaknya adalah karena ulah manusia. Dilalap Api Api menyala-nyala Menghanguskan pepohonan Memerahkan dedaunan Merusak rumah para hewan Malangnya hutanku Yang hijau dan rimbun Memberikan kesegaran Pada penghuni alam Namun sekarang ia terkapar Oleh api yang membakar Berhari-hari tak juga padam Menyisakan nasib yang kelam Hutanku Yang Malang Dedaunan sekarang berapi Meruntuhkan kesejukan Bermula dari tepi Membakar ke tengah hutan Batang-batang hangus terbakar Hitam kelam menjadi debu Daun-daun berguguran Tersisa jadi ingatan Engkau yang sudah memberi udara Memberi oksigen terhadap insan Memberikan rumah pada margasatwa Kini menanggung beban derita Rindu Pada Hutanku Kami rindu kepada hutan Di mana burung berkicauan Melangkah dalam pertunjukan Mendengarkan nyanyian hewan Kemarin rindu pada hutan Yang luas membentang Menjadi paru-paru dunia Sumber hidup bagi manusia Ini hutanku menanggung luka Jilatan api membuat sengsara Ada ulah dari tangan manusia Yang menjadikannya menderita Puisi Tentang Hutan Hutan memang suatu pandangan baru. Banyak dibentuk menjadi puisi. Silahkan baca di Puisi Tentang Hutan Untuk Anak Sekolah. Puisi Air Terjun Air menggeluti sangatlah indah. Merupakan bab dari alam. Yang merupakan air yang mengalir kemudian jatuh. Biasanya berada di antara pegunungan. Ingin puisi perihal gerojokan? Baca di Puisi Air Terjun Indah. Kerusakan Alam Awalnya alam begitu indah. Seperti gunung, pantai, dan persawahan. Namun kadang-kadang dirusak oleh insan. Entah dengan membuang sampah maupun melaksanakan acara mirip pertambangan. Sehingga alam rusak. Baca puisinya di Puisi Kerusakan Alam. Ref Origin is unreachable Error code 523 2023-06-16 103530 UTC What happened? The origin web server is not reachable. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Check your DNS Settings. A 523 error means that Cloudflare could not reach your host web server. The most common cause is that your DNS settings are incorrect. Please contact your hosting provider to confirm your origin IP and then make sure the correct IP is listed for your A record in your Cloudflare DNS Settings page. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d826764e8370e50 • Your IP • Performance & security by Cloudflare Kumpulan puisi puisi tentang bencana alam, tsunami, gempa palu dan donggala. Berita bencana alam di indonesia 2018 tak henti-hentinya membawa kesedihan yang mendalam, belum kering air mata atas tragedi gempa alam gempa kembali menggetarkan pulau sulawesi disusul tsunami yang menewaskan ratusan orang, inspirasi tentang bencana alam inilah yang dikisahkan puisi bencana alam tsunami, dan beberapa puisi bencana alam singkat untuk kali for Palu, begitulah kata singkat kesedihan untuk palu dan sekitarnya, gempa Palu dan Donggala menyisakan tangis dan duka mendalam, sehingga membangkitkan empati bagi penulis puisi untuk mendeskripsikan perasaan sedih atas tragedi bencana gempa di Palu dengan menulis puisi tentang bencana alam dan puisi gempa tsunami ini adalah susunan daftar kumpulan judul puisi tentang bencana alam gempa dan tsunami yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak atau diantaranyaSekitar empatbelas judul puisi gempa palu atau puisi bencana alam tsunami atas tragedi alam yang terjadi di pulau Selawesi atau tragedi gempa Palu dan DonggalaKumpulan Puisi - Puisi Tentang Bencana Alam Tsunami, Gempa Palu, Donggala Kumpulan puisi bencana alam tsunami yang dipublikasikan merupakan puisi gempa palu atau keprihatinan kejadian alam yang terjadi di palu, yang ditulis beberapa orang sebagai bentuk empati atas bencana alam yang di jadi di Sulawesi tengah atau gempa palu, donggala dan sekitarnyaDan berikut adalah bait-bait puisi tentang bencana alam tsunami dan gempa Palu, diawali dengan tema puisi bencana alam pendek dan puisi bencana alam singkat, berikut ini puisinya.1. PUISI BENCANA ALAM PENDEKBagian pertama dari puisi tentang bencana alam adalah adalah puisi bencana alam pendek dan puisi bencana alam singkat atau puisi gempa palu yang berkisah tentang keprihatianan atas bencana gempa yang terjadi di Palu, yuk kita simak saja puisi bencana alam singkat berikut DUKAKUOleh AmDuka kitaBerpadu satuDalam guncanganLuluhlantakkanKeangkuhanJuga tembokKeangkaramurkaanHingga tersisaTetes airmata dukaDi tanahmuTanahkuTanah pertiwi kita!Duka PaluDuka LombokBuraikan airmatanya!300918Palu, Oh PaluOleh Jangkung AsmoroBermimpi apa kau semalam?Saat sujudmu belum usaiDan doamu masih meninggiDukamu mengejutkan kamiSenyummu sekejap pergiTerpejam dan terus terpejamPalu oh paluJangan kau merasa sendiriBahu kami ada untukmuBack to list title ↑ kumpulan puisi bencana alam ↑2. PUISI UNTUK BENCANA ALAM PALU DAN DONGGALASelanjutnya bagian kedua adalah puisi- puisi untuk bencana alam atau puisi gempa palu yang terjadi di palu dan donggala, bagaimana cerita puisi bencana alam tsunami dan kata kata puisi dalam bait puisi tentang bencana alam tersebut, untuk lebih jelasnya disimak saja berikut puisi untuk bencana alam dibawah PALU DAN DONGGALAOleh Muklis PunaTinta- tinta membeku di ujung penaAir mata surut dihisap pasangBumimu demam dan diareMari pinjamkan resah mu pada negeriDada berdegup luruh menatap laraPada matahari merangsek menuju kandangJasad mu menggigil dalam gelegakRumah rumah luluh lantakBayi bayi menjeritDarah -darah diperas diwajahKetuban pecah, buih raksasa menerjangMenguras pantai merambah desa -desaKetakutan mengotori udaraGunung- gunung disasarSaat matahari tiba di sarangPusara kematian berjejeranOh...Palu dan Donggala Apakah kau tragedi terakhir? Atau Kau masih disusulHanya selentingan doaKukirim di ujung selatKisah mu telah kutanam dalam dadaOh ...Palu dan DonggalaBertahanlah dalam dukaKau tidak sendirian di negeri penuh dukaAku, Kami, dan kita dalam tempahan ilalhiLhokseumawe, 29 September 2018DOA UNTUK DONGGALAOleh Iskandar ZulkarnainGempa mengguncang lagiMenggetarkan bumi pertiwiMenghempaskan lautanMembelah daratanPepohonan menyelamReruntuhan mengambangKuasa Tuhan mana lagiYang harus kita dustai?Laut, daratanTebing dan hutanMemuja harapanMenatap reruntuhanSanak bersepahOrang-orang penuh resahDuka dan ratapanMenyaksikan kehilanganMari rimbakan doaPada kawan-kawan semuaKepada tangis sesenggukanKepada ampunan TuhanJH_Kdr 300918SENJA DI DONGGALAOleh Wiena Recky Sore menjelang senjaKetenangan tiba-tiba di guncangBumi bergetar dahsyatDi setiap sudut kota donggalaKepanikan kian menjelmaKetika sunami menyusul datangnya gempaRibuan rumah pora-porandaRatusan jiwa melayangPuluhan orang hilangDan berjuta keluarga kehilangan tempat tinggalSenja donggala mencekamDibalut rintihan jeritanDitimpa reruntuhanDi hanyutkan sunamiTUHAN,kuasamu begitu besarKala bumi engkau goncangkanKetika air laut engkau naikan kedaratanYa ALLAH,Ampuni segala dosa-dosa kamiAmpuni segala khilaf kamiLindungilah kami dari semua bencana iniJAKARTA30 september 2018 1106PUISI INGATLAHOleh Arief ChandraWahai insankita yang dilenakannikmat dunia permainanwarna rupa dan juga rasagairah syʌhwat nʌfsu durjayang telah lalaikan jiwaakhirnya berbuah bencanayang tak berdosa jadi korban juasemoga mereka diterimadisisi Allah azzawajallaWahai insan, insyaflahjangan lagi kita terlekabujuk rayu nʌfsu duniakemilau fana bercahayamenipu pandang netraWahai saudaraku semuadi Palu dan Donggaladoa kami ikutlah sertasemoga tabah kiranyahadapi ujian yg menderaair lautan yg telah murkasemua kehendak Allah juaIngatlah hai saudaradibalik itu semuapasti ada hikmahnyasemoga kita semuamenerima dan tabah pulasemoga Allah berikan pahalayang setimpal kiranyamarilah kitarenungi itu semuadibalik musibah ada rahasiadidalam rahasia ada hikmahnyaDoa kami buat saudaradi Palu dan Donggalakami pun turut berduka30-september-2018 jambi Back to list title ↑ kumpulan puisi bencana alam ↑3. PUISI BENCANA ALAM TSUNAMI PALU DAN DONGGALABencana alam gempa palu yang di susul tsunami menewaskan ratusan orang, membawa keprihatinan mendalam. dan berikut adalah puisi empati atas bencana alam tsunami yang terjadi di palu dan donggalaPuisi-puisi bencana ini bukanlah puisi bencana alam singkat dan puisi tentang bencana alam 2 bait, tetapi puisi bencana alam panjang, yuk kita simak saja puisi bencana alam tsunami dibawah Palu PiluOleh Fransiska Ambar KristyaniGempa menyalak tsunami kompakBerserak jazat di himpitan serakan kerusakanSeorang bocah diam dalam boncengan TNI penolongnyaMenatap reruntuhanDi mana ibu di mana bapak apakah guncangan telah melahap keduanyaCerita luka ini terus berulangBocah diamBertahan dalam amuk alamTsunami menghempas teriakanMengerikanPalu menjerit bocah masih diamDonggala tangismu tersimpan dalam catatan catatan merekaAdakah Kau mau bicaraPadaku yang kian membatuSemarang, 29 September 2018Pilu Palu Ditalu Di paluKaryaErum RumiasihSenja memerah baru berlalubumi di Palu bagai dihantam, dipaluberguncang hebat, mengundang pilutersapu tsunami yang menggulung menderujerit, pekik, tangis ketakutan menghantuberlari, berlindung takut tersapusementara gulungan ombak mengejar, memburumelahap semua, tanpa pandang buluInikah tanda Teguranmu?isyarat agar kami mengingatMuTak hidup bersitegang, berseteruBerebut kursi, hingga tak ingat waktuPalu ditalu kami malumalu,sibuk urusan dunia meluluTanah Palu ditekuk, kami takutTakut azab-Mu segera menjemputPadahal amal belum ada umur sudah lanjutAstagfirullah...Ampuni kami Yaa AllahLindungi saudara kami Yaa AllahLindungi kami...Bandung, 29 september 2018RETAK TANAH DISAPA BENCANAKarya Suyatri YatriBahu siapakah kan kupinjam untuk bersandar sekadar membuang butiran bening yang menetes di mataku?Ah, terlalu berat beban yang kupikul dari luka yang mengguncang negerikuSaat jerit pilu telah memenjarakan nestapa di tanah DonggalaMamuju pun bersambut duka dari napas yang terhentikanSementara amukan sadis gelombang setinggi rumah telah meratakan Palu dengan puing-puing deritaTuhan sedang menguji bangsaBertubi-tubi disapa bencanaBelum kering darah dan air mata memercik di dinding nestapaHempasan tragedi menimbun tubuh lemah tiada dayaTersungkur limbung retak tanah mematah tungkai merimbun laraDongeng ratu bermata sayuMencecah kerajaan berseteruHingga Allah membalikkan lautan biruMenumpah kecup daratan menggigil piluNikmat yang mana disembunyikan dari Yang Mahasempurna?Alam terbata saat tanya tiada jawabnyaGemuruh salah menumpuk hinggapi jiwaJangan salahkan bumi telah menuaSebab diri telah lena oleh kemewahan duniaRokan Hulu, 29 September 2018Hak Cipta ©2018 Suyatri Yatri Back to list title ↑ kumpulan puisi bencana alam ↑4. PUISI TENTANG GEMPA BUMI DI PALU DAN DONGGALAGempa bumi adalah getaran atau getar-getar yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak Bumi lempeng Bumi.inilah yang terjadi di Pulau sulawesi yang menyebabkan bencana alam gempa di Palu, donggala dan sekitarnya, Berikut adalah puisi tentang bencana alam dan puisi tentang gempa bumi serta puisi gempa paluyang dipublikasikan silahkan disimak saja puisi bencana alam tsunami berikut iniPALU TERGUNCANG PILUKarya Suyatri YatriTeguran Allah kembali singgahi lapisan bumiDari Lombok bergeser ke PaluGetarannya hingga ke pun naik hingga tenggelamkan Masjid AgungKembali dipertanyakan mengapa 7 SR mengguncang negeri?Palu terguncang piluDua meter tingginya air melahap gedung hingga luluh lantahJerit tangis panik histerisLuka kembali bersenandungKita sedang berkabungDoa dan zikir menenangkan jiwa yang bingungKe mana arah yang hendak di tujuKejaran air telah hempaskan segalanyaKembali muhasabah jiwa atas bencana yang melandaRokan Hulu, 28 September 2018Hak Cipta ©2018 Suyatri YatriMEMBACA TANDAOleh Muklis PunaLombok berdentangBerulang-ulang berguncangAir mata meluap bandangRumah- rumah rubuh seketikaBumi meradang menoreh lukaLebam duka masih merekahPalu bergetar hebatLaut meludah pasir menebar mautPerut bumi mual-mualMuntah dimana sajaOrang orang melenggang dosaMatanya rabun tanda tak terbacaSombong ditimbun di ubun ubunKabut hitam mengendap dalam dadaBerkacak pinggang menopang langitPalu, Lombok Yogyakarta, Aceh dan PadangAdalah tanda bumi meradangBeban melimpah, pasak -pasak melepuhKekuasaan bagai bangkai diantara harimau laparMasih berapa lagi tanda dinampakkan?Lhokseumawe, 28 September 2018PALU,TERHANTAM PALUOleh NoeKau dengar teriakan pilu di antara gelegar ombak yang menyapu segalanya?Kau lihatkah kapal besar yang melintang di jalan raya?Kaurasakankah rumah rumah mengapung dengan para penghuninya?Palu terhantam palunya bumi hingga semua kocar kacir dalam serakanLalu apa yang engkau pikirkan?, Kasihan?Mohon ampun seraya sedikit mempertanyakanKenapa Tuhan, mengapa Tuhan?Namun dalam diri dan dadamu sendiri engkau butakanBerhentilah merasa iba sebentarTengok nuranimu yang begitu mudah tersulut dan terbakarTelʌnjangilah segala nʌfsu, sombong angkaramu yang tlah begitu meliarLalu jujurlah bahwa kita ini kepada alam dan Tuhan telah menjadi manusia yang kurang ajarTelah tersirat, dan tersurat berguncang lah wahai bumi dan lautanDi mana telah terjadi kemungkaranMabʌk zinʌ dan atas segala ketidak adilanDan lalu berhentilah ketika mereka kembali pada kebenaranDulu Aceh, Jogja kemari lombokDonggala, palu dan entah kapan dan di mana lagiBisa terjadi di mana kita sekarang ini berdiriBerhentilah sebentar engkau merasa iba ber-atensiMari kawan kita mengintrospeksi diriKatakanlah bencana tak akan terjadiBila rasa kita masih santun dan punya rasa peduliPada sesama dan Tuhan sang segala pemberiKita, bukankah masih punya nurani?30 September 2018 0613Back to list title ↑ kumpulan puisi bencana alam ↑PUISI INDONESIA BERDUKAOleh Maria Fatima AnmuniDuka Negeri IniAir mata di lombok belum. keringAlam kembali mengguncang Palu dan Donggala bumi makin kropos hingga tak mampu kuat menahan guncangan alam meluluh lantahkan kehidupan manusia amukan alam hanya sesaat tapi menorehkan luka dan duka berkepanjangan bagi manusia luka yang takkan pernah sembuhBanjir darah dan air mata menghyutkan taman hidup saudara kitaBencana alam tak dapat dihindariRintihan pilu anak manusia yang kehilangan sanak family, alam tak mengerti akan rintihan ituNamun Tuhan masih ada untuk kita ada kekuatan puing reruntuhan banguan berceceran mayat mayat tergelatak begitu saja luka-luka menganga bau darah makin tajamOh Tuhan tak sanggup kami lihat mayat saudara kamiDarah mereka kering dibadan ingin kuusap darah itu dengan doaDuka saudara kami adalah duka negeri iniTangis mereka adalah tangis kami susah mereka adalah susah kami karena kami adalah Bhineka tunggal ika kami adalah SaudaraDalam doa kupersembahkan mereka yang menjadi korban amukan alam Tuhan, alamMu telah memanggil saudara kami kembali ke hadiratMu di sisiMu. Hanya diKaulah yang mampu mengusap air mata kami, duka negeri ini kami letakakkn kumpulan puisi-puisi tentang bencana alam tsunami gempa, yang terjadi di Palu Donggala dan sekitar, semoga saudaura sebangsa setanah air kita, yang terkena musibah di beri ketabahan, menerima cobaan bencana alam gempa dan tsunami. Ilustrasi seseorang yang mengarang puisi tentang alam. Foto PixabayIlustrasi membaca puisi tentang alam pegunungan. Foto PixabayPuisi tentang Alam PegununganIlustrasi membaca puisi tentang alam dan cinta. Foto PixabayPuisi tentang Alam dan CintaIlustrasi menulis puisi tentang keindahan alam. Foto PixabayPuisi tentang Keindahan AlamIlustrasi kumpulan puisi tentang bencana alam. Foto PixabayPuisi tentang Bencana AlamIlustrasi membuat puisi tentang lingkungan alam. Foto PixabayPuisi tentang Lingkungan Alam

puisi bencana alam indonesia