Dalamrancangan pembelajaran ini bidang studi Bahasa Sunda untuk kelas 7 semester 2, materi yang disampaikan tentang membaca sajak/puisi. Dalam pembelajaran bahasa meliputi empat kemampuan, yaitu kemampuan membaca, menyimak, menulis, dan berbicara. Dalam pembelajan membaca sajak/puisi ada dua kemampuan membaca dan berbicara. Tentunya membaca sajak/ puisi berbeda dengan membaca prosa, membaca
Demikian, tiga contoh puisi bahasa sunda, tentang hari kemerdekaan 17 Agustus. Selain membuat puisi, untuk mengenang jasa para pahlawan, bisa ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari salah satunya dengan belajar yang tekun. Agar suatu hari nanti bisa berguna bagi nusa, bangsa dan agama.***
Puisitentang pendidikan yang selanjutnya membahas tentang para pencari ilmu. Nah, dengan judul tentang ilmu, isinya sangat menarik karena memberi semangat untuk orang-orang yang sedang berjuang menuntut ilmu. #2. Penimba Ilmu.. Mentari menyapa jiwa-jiwa itu. Kaki kecil yang menapak pada jalan-jalan setapak. Semangat dan canda tawa adalah temannya
Meskifokus utama berisi tentang puisi Sunda, analisis Tom tidak hanya berkutat pada kategorisasi puisi Sunda secara utuh. Ia juga menuliskan beragam problem mengenai khazanah kesundaan di lain sisi. Seperti proses awal tradisi tulisan bahasa Sunda, penyebutan orang Sunda pada abad ke-19, pembuatan kamus Sunda di kalangan misionaris, serta
Berisi puisi pendidikan, pendek dan singkat terbaru 2022. Puisi tentang pendidikan, ilmu, sekolah, dan pemuda yang sarat makna. Baca juga: 53 Puisi Anak SD Indonesia tentang Alam, Keluarga, dan Pendidikan. atau kakek nenekmu di rumah yang mulai lupa akan bahasa Indonesia.
Vay Tiá»n TráșŁ GĂłp Theo ThĂĄng Chá» Cáș§n Cmnd. Pengantar Hello Readers! Apa kabar? Kali ini, kita akan membahas tentang puisi Sunda singkat yang tak kalah indah dengan karya sastra dari daerah lain. Puisi Sunda singkat kerap menjadi sarana untuk menyampaikan pesan moral atau nilai-nilai kehidupan kepada masyarakat. Meskipun terdiri dari beberapa baris saja, namun puisi Sunda singkat mampu menghadirkan makna yang dalam. Yuk, simak ulasan selengkapnya! Asal-usul Puisi Sunda Singkat Puisi Sunda singkat merupakan salah satu jenis puisi tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Sejak zaman kerajaan Sunda, puisi Sunda singkat sudah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Sunda. Puisi Sunda singkat umumnya memiliki tema-tema yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, seperti keindahan alam, persahabatan, cinta, dan kejujuran. Ciri Khas Puisi Sunda Singkat Puisi Sunda singkat memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dari jenis puisi lainnya. Ciri khas tersebut antara lain, puisi Sunda singkat memiliki bentuk yang pendek dan sederhana, serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat. Selain itu, puisi Sunda singkat juga memiliki irama yang khas, sehingga memberikan kesan yang indah dan memikat bagi para pembaca. Contoh Puisi Sunda Singkat Berikut ini adalah beberapa contoh puisi Sunda singkat yang bisa menjadi inspirasi bagi kalian Silih tunggulah wungkuk, silih asih wungkukKuring baheula, anjeun baheulaHayu urang silih meunang ArtinyaSaling menghormati itu penting, saling mencintai juga pentingAku di masa lalu, kamu di masa laluAyo kita saling mengenal Leres keneh, keur ngantosanBilih nami anu ku tuluyuKusalira, ngalangkunganSawarna, sareng kuring ArtinyaSudah lama menunggu, sampai bosanNama yang terus kukenangSakit hati, mengelilingiSekarang, bersamaku Keindahan Puisi Sunda Singkat Puisi Sunda singkat memiliki keindahan tersendiri yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Meskipun singkat, namun puisi Sunda singkat mampu menghadirkan perasaan dan emosi yang mendalam bagi para pembaca. Selain itu, puisi Sunda singkat juga mengandung nilai-nilai kehidupan yang sangat berharga, sehingga bisa menjadi sarana untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan kita. Kesimpulan Puisi Sunda singkat merupakan karya sastra yang sangat elok dan kaya makna. Meskipun terdiri dari beberapa baris saja, namun puisi Sunda singkat mampu menghadirkan makna yang dalam. Puisi Sunda singkat juga memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dari jenis puisi lainnya. Oleh karena itu, mari kita lestarikan puisi Sunda singkat sebagai warisan budaya yang sangat berharga bagi masyarakat Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya. Sampai Jumpa di Artikel Menarik Lainnya!
Judul Puisi Pejuang MimpiKarya Lisda Maharani Terbesit mimpi di angankudengan segenggam asa kuuntuk meraih mimpiku Mentari yang terangi langkahkuDalam khayalan pijakankuKu wujudkan impianku Hati yang bahagia menyentuhkuDalam setiap impiankuKupanjatkan doa terbaikku Baca Juga Contoh Teks Wawancara Bahasa Sunda dengan Teman tentang Corona dengan Pertanyaan 5W 1H Puisi Bahasa Sunda tentang Pendidikan ke-3 Judul Puisi Mangpaat PangaweruhKarya Lisda Maharani Dina unggal lalampahan kuringNgan hiji marengan kuringNgan hiji nu sok aya Anjeunna salawasna aya nalika diperlukeunAnjeunna salawasna dina pikiran kuringPikeun nangtukeun kahareup kuring SanĂšs sobat nu satiaAtawa kulawarga salawasna ayaTapi ngan pangaweruh anu mangpaat Baca Juga 15 Twibbon Sunda Ngulisik Desain Viral dan Keren, Bentuk Perlawanan Warga Sunda pada Pernyataan Arteria Dahlan Artinya Judul Puisi Ilmu bermanfaatKarya Lisda Maharani Dalam setiap perjalanankuHanya satu yang menemanikuHanya satu yang selalu ada Dia selalu ada ketika dibutuhkanDia selalu berada di pikirankuMenjadi penentu masa depanku Terkini
Baca Juga Contoh Pertanyaan 5W 1H Bahasa Sunda untuk Referensi Tugas Wawancara di Sekolah Artinya Judul Puisi Pentingnya PendidikanKarya Lisda Maharani Apalah daya jika ilmu tidak dicariSeperti hidup terbawa angin yang kosongMenjadikan bangsa yang tidak berilmuDan tertinggal oleh jaman Masih ada harapan untuk kamuyang ingin meraih ilmuDan meraih mimpidemi kemajuan hidup bangsa dan negara Sesulit apapun ituSemudah apapun ituKamu harus tetap berusahaUntuk masa depan yang mapan Ayo, kamu harus bisaMencari ilmu yang bermanfaatSetidaknya untuk dirimu sendiri Baca Juga Teks Pidato Bahasa Sunda tentang Isra Miâraj Terbaru 2022 yang Menarik dan Terbaik Puisi Bahasa Sunda tentang Pendidikan ke-2 Judul Puisi Pejuang Mimpi Karya Lisda Maharani Aya impian dina pikiran kuringKu sakeupeul harepan kuringPikeun ngahontal impian kuring PanonpoĂ© nu nyaangan lĂ©ngkah kuring. Dina lamunan kuringPikeun ngawujudkeun impian kuring HatĂ© bagja nyentuh kuringDina unggal impian kuringAbdi ngucapkeun doa nu saĂ© Baca Juga Contoh Teks Wawancara Bahasa Sunda dengan Petani 5W 1H Singkat dan Padat untuk Referensi Tugas Sekolah Artinya Terkini
Bandung - Sajak Sunda merupakan salah satu jenis karya sastra Sunda yang bentuknya karangan puisi hasil pemikiran pembuatnya. Banyak penyair Sunda yang menulis sajak, sebut saja Ajip Rosidi, Yus Rusyana, Apip Mustofa, Acep Zamzam Noor, Godi Suwarna Salmun hingga Wahyu buku "Sajak Sunda" yang ditulis Ajip Rosidi menyebut orang pertama yang menulis sajak Sunda adalah Kis Ws yang memiliki nama lengkap Kiswa Wiriasasmita. Kis Ws menulis sajak Sunda pada kisaran tahun 1946 - 1950. Kemudian penyair Sunda pun banyak bermunculan, memunculkan sajak-sajak Sunda yang diterbitkan di surat dari berbagai sumber, berikut ini contoh sajak Sunda dan terjemahannya 1. Tanah Sunda - Ajip RosidiHéjo pagununganPaul lautanHéjoPaulLangit na haté kuringMasing di mana kuring nangtungMasing ka mana kuring leumpangTanah lémbok tempat bumetahAngin nyéot nyiuman tarangMasing di mana anjeun nunjukMasing iraha anjeun cumelukKuring mo mungpang kuring rék datangNeueulkeun tarang neueulkeun jantungKuring tungtung teuteupanKuring tungtungTeuteupanTungtung bedilNgincer dadaKuring geus nyaksian getih ngabayabahGetih maranéhanana nu mikacinta anjeunKuring geus nyaksian panon carelong tanggahJasad nu ruksak ngalungsar na dada anjeunHéjo pagunungan paul lautanTaya kamarasan ngan katugenahanHéjo pagunungan paul lautanTaya katengtreman ngan ancamanNgan lantaran kuring cintaNgan lantaran kuring tresnaLangit hibar lembur musnahJalan lecek ngabalungbung ka kotaKembang beureum buah biruKembang wéra kembang jayantiTanah tempat kuring sidekuNgurugan mun kuring tepi ka patiJatiwangi, 1956Artinya Hijau pegununganBiru lautanHijauBiruLangit di hatikuDimana pun aku berdiriKemana pun aku berjalanTanah subur tempat asal berdiamAngin semilir mencium dahiDimana pun engkau menunjukKapan pun engkau mengajakAku tidak akan menghindar, akau akan datangMenekan dahi, menekan jantungAku tak akan berpaling, aku akan datangMenempelkan kening, menempelkan jantungAku di ujung tatapanAku di ujungTatapanUjung bedilMengincar dadaAku sudah menyaksikan darah mengalirDarah mereka yang mencintaimuAku sudah menyaksikan mata sayu menengadahJasadnya rusak terbaring di dadamuHijau pegunungan, biru lautanTiada kebahagiaan hanya kesedihanHijau pegunungan, biru lautanTiada ketentraman, hanya ancamanHanya karena aku cintaHanya karena aku sayangLangit bercahaya kampung musnahJalan kotor tembus ke kotaBunga merah buah biruBunga wera bunga jayantiTanah tempat aku berlututMengubur kalau sampai ajalku tiba2. Sarebu Bulan - Yus RusyanaDina hiji peuting urang jalan-jalan duaanKatilu bulanDina hiji peuting urang jalan-jalan duaanSarebu bulanDina hiji peuting urang jalan-jalan nyoranganKadua bulanDina hiji peuting taya saurang nu jalan-jalanNgan kari bulanArtinya Pada suatu malam kita berdua berjalan-jalanBertiga dengan bulanPada suatu malam kita berdua berjalan-jalanSeribu bulanPada suatu malam kita berjalan-jalan sendirianBerdua dengan bulanPada suatu malam tak seorangpun yang berjalan-jalanHanya tinggal bulan3. Lagu Paturay - Surachman nyawa kari sakesetan napas biolaNgeleperkeun lagu lumayung hideungTengtrem temen anjeun nyangsaya, enungLuang ka tukang ngulahek nembongan lilaSakesetan duh sakesetan ti dinya sirnaMutiara kuring tina watangnaNapas biola nu ngagerihanNyekleukna jero Suara kehidupan seperti nafas biolaMelepaskan lagu hitamAssalamu'alaikum sahabatButuh waktu lama untuk bekerjaItu tersesat dari sanaMutiara saya dari uangNapas biola mendebarkanMembungkuk dalam Jante Arkidam - Ajip RosidiPanonna beureum siki sagaLeungeunna seukeut lalancip gobangniplasan badan palapah gedangArkidam, Jante ArkidamDi pangaduan di kalangan ronggengNgan hiji jagoanArkidam, Jante ArkidamTi peuting angkeub ku mendungJante raja alam petangMatek aji panarawanganManjing ka liang sasoroting sinarJariji beusi pakgade milang ku RamonaNgagisik hayang sidikJante mencrong mantri pulisi"Ki Mantri, tindakan andika lelewa bikangNgabokong jalma keur tibra"Arkidam ditalikung leungeun duaSorot matana ngentab seuneuanSamemeh beak poe kahijiJante minggat nitih cahyaKaluar ti panjaraSamemeh cunduk peuting kahijiMantri pulisi nyungseb di dasar walunganTeu mata biji sagaTajam tangannya lelancip gobangBerebahan tubuh-tubuh lalang dia tebangArkidam, Jante ArkidamDinding tembok hanyalah tabir embunLunak besi di lengkungannyaTubuhnya lolos di tiap liang sinarArkidam, jante ArkidamDi penjudian, di peralatanHanyalah satu jagoanArkidam, Jante ArkidamMalam berudara tubaJante merajai kegelapanDisibaknya ruji besi pegadaianMalam berudara lembutJante merajai kalangan ronggengIa menari, ia ketawaMantri polisi lihat kemariBakar meja judi dengan uangku sepenuh sakuWedanan jangan ketawa sendiriTangkaplah satu ronggeng berpantat padatBersama Jante Arkidam menariTelah kusibak rujibesiBerpandangan wedana dan matri polisiJante, Jante ArkidamTelah dibongkarnya pegadaian malam tadiDan kini ia menariAku, akulah Jante ArkidamSiapa berani melangkah kutigas tubuhnyaBatang pisangTajam tanganku lelancip gobangTelah kulipat ruji Meri karya Apip MustopaDi alam dunyaAsana moal ayaNu bisa hirup sauyunanCara meri saabrulanMun nu ngangon nitah ka katuhuBring ngatuhuMun nu ngangon nitah ka kencaBring ngencaBari disaradaWek wek dunia alamiTidak ada hal seperti ituItu bisa hidup harmonisBagaimana cara iri hati sebulanJika gembala memerintahkan ke kananAyoJika gembala memerintahkan ke kiriBawa kiriSementara itu terdengarWek wek Hujan Poyan - Apip MustopaDeuleu, panonpoe huhujananBoa pohaci marandiIeung, panonpoe teh cirambayBoa aya nu digupaySssttt, geuing ieu hujan poyanBoa karuhun keur matahari adalah hujanBoa pohaci marandiYa, matahari bersinarAda yang bisa dinikmatiSssttt, hujanLeluhur Boa untuk Kamerdikaan - Apip MustopaKamerdikaan teh, jangJukut ngemploh sisi jalanNu teu weleh katincakanKu nu resep mabal jalanKamerdikaan teh, jangJukut ngemploh di sampalanDihakanan ingon aburanAtawa diararitanTapi teu weleh parucukanKamedikaan teh, jangWaruga aki-aki nu rangkebongDada ngagambang panon celongTeu ari mikiran BungRerumputan tumbuh di pinggir jalanYang tidak tahanSaya suka jalan kakiKemerdekaan, BungRumput tumbuh di rumputItu dimakan sebagai sampahAtau diareTapi itu tidak masalahIni obat, manWarung aki-akiDada berdebar-debarJangan pikirkan Bongan Kitu - Juniarso RidwanBongan kitu disebutna, puguh megaDipapay di awang-awang cek aing anginBongan kitu karasana, nyerina raheutTatamba ka saban tabib cek aing ngimpiBongan kitu digambarna, geulis kabina-binaDitepungan unggal wayah cek aing werejitBongan kitu pandena, nyarita soranganDitataan di rs jiwa cek aing elingBongan kitu ayana, beda jeung nu lianDiguliksek dina kamus cek aing ibadahBongan kitu itunganana namanya, malasMelambai di langit periksa anginIni sangat menyakitkan, sangat menyakitkanPerlakukan setiap dokter periksa mimpikuBegitulah cara menggambarnya, itu indahBertemu setiap saat periksa aing werejitItu benar, dia berbicara untuk dirinya sendiriDisusun dalam rs jiwa Saya akan memeriksa kesadaran sayaItu ada, beda dari yang lainMencari di kamus centang saya beribadahItu perhitungannya Lagu Hirup - Eddy D. IskandarUnggal poe unggal lengkahNataan tanggal dina kalenderAngger aya nu diarep-arepAri umur melesat henteu kajeueungDina beja dina caritaTeu weleh aya nu miheulaanWarna-warni kajadian. Teu kapirengDa puguh katalimbeng rusiahDina sakeclak cimata. Aya kasedihNu teu kedal. Dina kongkolakKahirupan. Aya nu miangTeu mulang hari setiap langkahSusunan tanggal dalam kalenderSelama ada sesuatu yang dinanti-nantikanHari ini, usia cepatDalam berita dalam ceritaTidak ada presedenAcara penuh warna. Tidak mendengarIni sebuah rahasiaDalam sekejap air mata. Ada kesedihanItu di dalam cangkangKehidupan. Seseorang pergiJangan Gupay Lembur - Nano panineungan kiwari nembongan deuiBasa rek ningalkeun lembur, rek miang tolabul ilmiKacipta Ema jeung Bapa, gugay jajap pangharepanDi bandung muga sing jucung, gancang mulang ka sarakanGupay-gupay panineungan kiwari nembongan deuiBasa beus ninggalkeun stanplat, hae mah puguh tibelatKacipta cisoca Ema, nu rambisak kingkin sedihPileuleuyan dayeuh Garut, kapaksa urang papisahMunggaran hirup di BandungBeungeut lembur kapigandrungDisusukan marak laukBalap ngojay ulin leutakLuhur pasir peperanganHanaang ngala duweganLalakon manjang di BandungLembur ngan ukur galindengDuriat ngan dina lebaranBetah ditempat ngumbaraPageuh jeung adeg sawawaGupay-gupay panineungan kiwari nembongan deuiKatingtrim hirup dilembur ngahariring ngajak mulangKacipta Ema jeung Bapa, nelengnengkung nimbang incuNgan hanjakal sagalana, nu di jugjug geus teu kini muncul kembaliKetika Anda ingin pergi lembur, Anda ingin meninggalkan sekolah sainsDiciptakan oleh Ibu dan Ayah, berikan harapanDi Bandung, semoga bahagia, cepat kembali ke SarakanKegembiraan kini muncul kembaliKetika bus meninggalkan halte, saya sedang terburu-buruCiptaan mata ibu yang penuh dengan kesedihanKota Garut hancur, kami terpaksa berpisahPertama kali tinggal di BandungWajah lembur itu angkerDiberi makan banyak ikanBerlomba untuk berenang dan bermain di lumpurDi atas bukit perangJalan-jalan di BandungLembur hanya membosankanKebahagiaan hanya di hari raya idul fitriTempat yang nyaman untuk bepergianBersikaplah tegas dan dewasaKegembiraan menonton kini muncul kembaliKehidupan terlalu banyak bekerja, menunggu untuk mengundangnya kembaliDibuat oleh Ibu dan Ayah, membungkuk untuk mempertimbangkan cucu merekaSayang sekali semua yang ada sudah tidak ada Dosa - Apip MustopaDatangna teu karasaKawas impian janariJiga nimat jiga sawargaTapi lamun pajar geur peuyarKarasa diri leuwih rucah manan meriInget ka basisir tempat balabuhDi mana layar geus rapuhDosaLeuwih amis manan anggurMun seug nembag dada nu diaburTapi di mana tumiba laraKaduhung poe make ditundungDuh gustiNajan ka mana nya inditDosa teu weleh tidak datangSeperti mimpi tentang makananIni seperti surgaTapi jika sulit di belakangAku merasa seperti aku lebih bangga pada diriku sendiriIngat pantai dimana pantai itu beradaDimana layarnya rapuhDosaLebih manis dari anggurJika Anda memukul dada yang berserakanTapi mana yang sakiteAku menyesali hari aku hamilYa TuhanTidak peduli kemana dia pergiAdalah dosa untuk tidak Paliwat Dina Kareta - Kis. Jakarta-SurabayaJeung Surabaya-BandungPaliwat tengahing jalanDuanana tonggoy nyemprungPanumpang paboro-boro ngaralongPapaliwat papada numpukan kilatSemet silih reret sahorelatIeu diri bet asa reg cicingNu maju tingbelesurUkur Jakarta-SurabayaDan Surabaya-BandungBerpapasan di tengah jalanKeduanya melesat cepatPenumpang menengok dari jendelaSama-sama menunggang kilatHanya saling lirik sekelebatMengapa diri serasa berhentiYang melesat terbangHanya Manusa Sunda Neangan Jalan - Ajip RosidiManusa Sunda neangan jalanHirup anyar anu endahHirup endah nu can karampaTapi pasti bakal datingTata lawas taya tempat keur anjennaNajan alus teu kapakeManusa Sunda ngalelebah poe engkeAdat lawas geus diruang anu anyar can kateangSatengahing jalanSagala dirampaUnggal barang diajaranDirasa ku rasaDipake ku hateHenteu pageuh henteu udarMun baheulaAya tatangga hilang - riab pada neangAya orok di jarian - jadi catur eusi lemburAya parawan mendeyang - unggal mojang kaisinanBungah deungeun bungah kuringSedih kuring dibantuanKiwariNu lian tilar - teu jadi sualBayi diruang - teu anehCan rimbitan geus orokan - teu kudu eraSewang-sewanganMantuan jadi jasa nu wajib Sunda mencari jalanHidup baru yang indahHidup indah yang belum terabaNamun pasti akan datangAdat lama tiada tempat bagi kiniMeski baik tak terpakaiManusia Sunda mengira-ngira hari nantiAdat lama sudah dikubur yang beru belum ketemuDi tengah perjalananSemua dirabaSetiap benda dicobaDirasa dengan rasaDikenakan pada hatiTiada erat, pun tiada lepasKalau dahuluAda tetangga meninggal - orang-orang datang melawatAda bayi di tempat sampah - jadi buah bibir orang sekampungAda gadis bunting - semua dara mendapat maluSuka orang lain adalah sukanya sendiriDuka hati dibantu orangKiniYang lain meninggal - tak jadi soalBayi dikubur - tiada anehBelum nikah beranak - tak usah maluSendiri-sendiriMembantu adalah jasa yang wajib Pamayang - Rachmat M. Sas. KaranaBulan imutNgangkleung di langitBudak ulin di buruanAngin daratMuru ka lautPamayang nyolendang korangParahu leutikLaju nyiriwikNganteur usaha di sagaraWarna perak'na beungeut ombakBeuteung lauk tingborelakNu jadi harepanPikeun kahirupanLaut lega paparin lucuMembungkuk di langitAnak-anak bermain di halamanAngin daratPergi ke lautNelayan mencarimuKapal kecilKecepatan lambatMemberikan bisnis di lautWarna perakWajah ombakIkan perut tingborelakItulah harapanUntuk kehidupanLaut terbuka lebar Pangbalikan - Wahyu WibisanaIuh, iuh gunung kuringAngin ulin dina embun-embunanSawaktu-waktu kuring kudu nepunganDumeh hirup halabhab cintaDi maranehna nya ayanaAya sababna kuring tibelatAya sababna kuring pegatTapi nu ahir lain kaabadianKakasih dina hate ngawih deuiIuh,iuh gunung kuringNyata, nyata tanda-tandaNgabalungbung jalan hirupNepi ka nyawa rek asupKa maranehna kuring rek balikKa maranehna kuring rek oh gunungkuAngin bermain di embunTerkadang aku harus bertemuKarena hidup dalam cintaItu ada di dalamnyaAda alasan aku lelahAda alasan aku patahTapi akhir bukanlah keabadianKekasih di hati terlahir kembaliOh, oh gunungkuNyata, tanda-tanda nyataMenutupi jalan hidupSampai mau masukAku ingin kembali kepada merekaSaya ingin mengucapkan selamat tinggal kepada Silih TulunganNyiruan dina pancuranTiteuleum meh bae paehTitiran nenjo yiruanKanyaah mapaes hateGeuwat metik dangdaunanDiragragkeun kana caiNgarayap eta yiruanTeu tulus nemahan patiTitiran ku paninggaranDiintip-intip dipanahNyiruan mulang tarimaNyeureud bitis paninggaranPaninggaran ngagurubugTeu tulus manah TitiranGeus lesot kabeh bangbaluhLantaran silih di kamar mandiHampir tenggelamCinta terbayarkan dengan kebencianSegera petik daunnyaDijatuhkan ke dalam airItu merangkakMati itu tidak ikhlasTitirin dengan anggaranMengintip dan menembakLebah kembali untuk menerimaMenyengat kaki pengantinIni berantakanHati Titiran tidak tulusSemua bangbaluh telah tergelincirKarena mereka saling Pesta Demokrasi - Iwan Muhammad RMun rek enya boga karep nu sarua, naha bet pada-padaMun rek enya mawa batin rahayat, naha bet ngamurah-mareh darajatSagala diumbar carita seja ngabebaskeun waragad sakola,Muka lapangan kerja, atawa ngangkat sora nu weritTapi naha bet parasea marebutkeun paisan tutungBanner, baligho,spanduk jeung poster-poster ngarumekan kotaJalan-jalan leuseuh teu beda jeung runtah nu cenah urang kokolakeunGang-gang pararoek heurin tetenjoan, tembok-tembokna jadi majalah dindingNaha bet ngolok-ngolok duit, geuning sakabeh eta teh teu beunangDipake mungkus peda-peda acan, bororaah laku dijual atawa dipakeNyimbutan barudak nu tinggolepak di emper toko jeung lampu-lampu stopanKahujanan, kapanasan pamustunganana digalaksak ku angin peutingGudawang lebah tarang, gorowong genggerongNu make kopeah, nu make tiung, nu make kabaya, nu make baju supermenNu dipoto jeung monyet, nu jeung caleg artisna, nu api-api jadi senimanNu api-api jadi kiyai, nu api-apai jadi olahragawanKabeh teu bisa ngalawan ninggang datang paceklik ka rahayatNu cenah rek diwakilan ku ngarudag naon atuh, aya pesta demokrasi teh siga nu moro bagongMarawa anjing bari dibarajuan ku rupa-rupa gambarKabeh pada boga cita-cita, mawa visi jeung misi sewang-sewanganHayang meunangkeun naon nu diudagKawas barudak di lembur coko langlayangan, lumpat titatarajong bari panon tanggahTeu ditolih nu dihandap, teu ditempo nu tincakTeu paduli kebon batur ruksak, teu paduli rek cohcor katincak"Nu penting aing meunangkeun nu diudag" omong budak"Kadarieud Kadarieud Yeu ubar hanaang. Pek contreng lebah irungan,Atawa dadana, atawa dina ngaranna atawa dina gambarnadPek gunakeun hak pilihna tong salah, milih luyu jeung hati nuranid"Gorowok partai nu teu sacara langsung nitah milih deui nu nyebutkeun rek bebela ka patani, ngaronjatkeun hasil deui anu ngajangjikeun numpes kamiskinan jeung pengangguranNaha teu era disalindiran ku iklan rokoeMajar beuki loba pilihen, beuki bingung milihnaAtawa nu omat-omatan ulah katipu ku cau badag bisi dijerona cangkang hungkuldMun rek enya boga karep nu sarua, naha bet pada-padaMun rek enya mawa batin rahayat, naha teu sauyunan bae dina nanjeurkeun cita-citaNgawangun nagri nu Anda ingin membawa hati rakyat, mengapa Anda berkompromi dengan gelareKisah diumbar membebaskan biaya sekolahMembuka pekerjaan, atau meninggikan suara yang menyakitkanTapi kenapa menginginkan kemenanganSpanduk, baliho, spanduk dan poster untuk menamai kotaJalan basah tidak berbeda dengan sampah yang mereka katakan kita kelolaJalanan Pararoek penuh dengan pemandangan, tembok menjadi majalah dindingKenapa harus cari uang, semua itu tidak bolehItu digunakan untuk membungkus sepeda, itu dijual, atau digunakanSambut anak-anak yang sedang berbaring di teras toko dengan lampuHujan, panasnya akhirnya dibawa angin di malam hariYang pakai kopeah, yang pakai kerudung, yang pakai kabaya, yang pakai bajumanusia superYang foto bareng monyet, yang foto bareng calon artis, yang semangat jadi artisYang berapi-api menjadi kiyai, yang berapi-api menjadi olahragawanSemua orang tidak bisa melawan sampai kelaparan datang kepada orang-orangYang katanya ingin diwakili oleh mau berbuat apa, ada pesta demokrasi yang seperti berburu babi hutanSetiap orang memiliki tujuan, visi dan misi satu sama lainIngin mendapatkan apa yang kamu kejarSeperti anak-anak di taman bermain bermain layang-layang, berlari dan tersandung untuk sementara waktu mata terangkatJangan melihat ke bawah, jangan melihat apa yang Anda injakSaya tidak peduli jika kebun orang lain rusak, saya tidak peduli jika saya ingin diinjak-injak"Yang penting saya mendapatkan apa yang saya kejar," kata anak laki-laki itu"Sekarangd Ayod Ini adalah obat. Paket lebah hidung,Atau dadanya, atau atas namanya atau dalam gambarnyadSilakan gunakan hak Anda untuk memilih, jangan salah pilih, pilih sesuai hati nurani Andad"Teriak partai yang tidak langsung menyuruhnya juga yang mengatakan ingin membela petani, meningkatkan hasil juga yang menjanjikan pengentasan kemiskinan dan pengangguranMengapa bukan era iklan rokokeSemakin banyak siswa memilih, semakin bingung merekaAtau, jangan terkecoh dengan pisang besar yang namanya cangkang baikdJika Anda ingin memiliki gairah yang sama, mengapa bertaruh satu sama laineJika ingin membawa hati rakyat, kenapa tidak harmonis dalam mempromosikan cita-citaMembangun negara yang KamanusiaanKamanusiaan pribadiTurunan kamanusaanMoal geser jeung nu sejenGumelar ti babaheulaManca warna geus lilaTumpur taun ganti taunPereum bulan ganti bulanGanti bulan ganti landiBulan tanggal ganti ngaranLalanden ganti lalandenEusina mah sabaheulaNya manusa nya manusaAlam tujuhna sapancuhAlam salapan sajangkarArtinyaKemanusiaan pribadiTurunan kemanusiaanTak akan berubah dengan yang lainMuncul sejak dari dahuluBeraneka ragam warna sudah lamaHabis tahun ganti tahunHabis bulan ganti bulanGanti bulan ganti namaBulan tanggal ganti namaNama ganti namaIsinya masih yang dulu jugaKalau manusia ya manusiaAlam tujuhnya seikatAlam sembilan sejangkar Simak Video "Dinkes Tasik Telusuri Pasien Diduga Meninggal Gegara Ditolak Puskesmas" [GambasVideo 20detik] tey/tey
ArticlePDF Available AbstractAbstrak Sebagai media pendidikan, puisi pupujian mempunyai fungsi sosial. Di Tatar Sunda, umumnya puisi pupujian berbahasa Sunda dinyanyikan di mesjid-mesjid, musola-musola, pesantren-pesantren atau di tempat-tempat pengajian lain. Di mesjid dan musola, waktu pupujian biasanya berlangsung antara azan dan qomat. Di pesantren dan madrasah, pupujian dinyanyikan pada saat pelajaran berlangsung. Di tempat pengajian anak-anak atau ibu-ibu, puisi pupujian dinyanyikan sebelum atau sesudah mengaji. Abstract âPupujianâ poem is used for affecting mind, feelings, and human behaviors, beside its function to spread religions. As a learning media, âPupujianâ poem, which is containing some advice and religious lessons, were memorized. With this poem repeatedly sang, itâs hoped that kids, santri, and public will be awakened and have wished to follow the advise and the religion lessons which spreaded through the poem. âPupujianâ oftenly sang in pesantren, madrasah or moscue, langgar or any other religious spoots. âPupujianâ sang when the times comes for Shubuh, Maghrib, and Isya pray, and some after it. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. Puisi Pupujian dalam Bahasa Sunda Aam Masduki 55 Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung 2009 PUISI PUPUJIAN DALAM BAHASA SUNDA Oleh Aam Masduki Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung Jln. Cinambo No. 136 Ujungberung Bandung Email bpsntbandung Abstrak Sebagai media pendidikan, puisi pupujian mempunyai fungsi sosial. Di Tatar Sunda, umumnya puisi pupujian berbahasa Sunda dinyanyikan di mesjid-mesjid, musola-musola, pesantren-pesantren atau di tempat-tempat pengajian lain. Di mesjid dan musola, waktu pupujian biasanya berlangsung antara azan dan qomat. Di pesantren dan madrasah, pupujian dinyanyikan pada saat pelajaran berlangsung. Di tempat pengajian anak-anak atau ibu-ibu, puisi pupujian dinyanyikan sebelum atau sesudah mengaji. Kata Kunci Puisi Sunda, pupujian. Abstract âPupujianâ poem is used for affecting mind, feelings, and human behaviors, beside its function to spread religions. As a learning media, âPupujianâ poem, which is containing some advice and religious lessons, were memorized. With this poem repeatedly sang, itâs hoped that kids, santri, and public will be awakened and have wished to follow the advise and the religion lessons which spreaded through the poem. âPupujianâ oftenly sang in pesantren, madrasah or moscue, langgar or any other religious spoots. âPupujianâ sang when the times comes for Shubuh, Maghrib, and Isya pray, and some after it. Keywords Sundanese poetry, pupujian. A. Pendahuluan Akulturasi Islam dengan Sunda dapat terlihat dari beberapa jenis kesenian yang ada di Tatar Sunda. Selain sebagai hasil dari interaksi, akulturasi ini terjadi karena pada awalnya dan bahkan saat ini, kesenian seringkali digunakan sebagai sarana penyebaran Syiâar Islam. Strategi seperti ini terutama dilakukan oleh para Wali pada awal-awal penye-baran Islam di Pulau Jawa. Salah satu contoh âjejakâ Islam di dalam kesenian Sunda yaitu Seni Sastra. Masyarakat Sunda sudah terbentuk jauh sebelum Islam masuk. Sebelum datangnya Islam, selain sudah memeluk agama sendiri masyarakat Sunda juga sudah memiliki beragam jenis kesenian, termasuk sastra di dalamnya. Almarhum M. Holis Widjaja, salah seorang dalam Pantun Beton paling senior di Tasikmalaya, pernah mengatakan bahwa seni pantun merupakan jenis sastra tutur yang sangat tua dan sudah dikenal sejak beradab-adab lalu. Tidak mengherankan jika dalam setiap pementasannya, seorang dalam juru pantun selalu mengawali dengan pembacaan rajah, semacam mantera untuk memohon restu dan keselamatan kepada para leluhur, 56 Patanjala Vol. 1, No. 1, Maret 2009 55 - 63 2009 Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung batara-batari dan dewa-dewi. Setelah pengaruh Islam masuk, rajah atau mantera tersebut tidak dihilangkan namun permohonan restunya disam-paikan juga kepada Allah, Rasulullah, para wali, para kyai dan tokoh-tokoh setempat. Meskipun begitu, sesaji yang terdiri dari ubi-ubian, rupa-rupa kembang, rumput palias, minyak wangi, beras, telur, kopi, cerutu dan ayam saadi tetap harus dipenuhi sebagai syarat berlangsungnya pementasan Noor, 20071. Keterkaitan berbagai kesenian Sunda dengan Islam sudah mempunyai sejarah panjang, termasuk juga dengan Wayang golek dan kulit yang pada beberapa bagian lakon dan tokoh-tokohnya mengalami penyesuaian dengan kepercayaan Islam, bahkan menjadi media dakwah Islam. Demikian juga halnya dengan bidang sastra, para peneliti telah mencatat begitu banyak karya-karya klasik seperti wawacan baik asli maupun saduran yang berisi uraian-uraian tentang agama seperti fikih, akhlak, tasawuf, tarikh serta riwayat nabi yang ditulis para pujangga Sunda abad ke-19. H. Hasan Mustapa â di antaranya - yang dikenal sebagai kyai dan penghulu besar sekitar tahun 1890, banyak menulis uraian-uraian masalah keagamaan dalam bentuk guguritan yang sangat indah, yang berhasil memasukkan kemerduan bahasa Arab ke dalam bahasa Sunda. Di pesantren-pesantren tradisional Sunda yang umumnya berada di kampung-kampung, agama diperkenalkan pada anak-anak dengan cara yang santai. Anak-anak dilatih melaksanakan salat dan puasa misalnya, dengan cara membiasakan diri. Itu pun tergantung pada kemampuan masing-masing, tidak dengan pemaksaan. Agama juga diajarkan dengan penuh kegembiraan, misalnya menghapal nama-nama nabi, menghapal keluarga Rasulullah, menghapal rukun iman dan rukun Islam semuanya dilakukan lewat nyanyian, lewat nadoman. Dengan metode santai seperti ini, juga dengan dosis yang tidak berlebihan agama merasuk ke dalam jiwa anak-anak tanpa terasa dan sangat alamiah Noor, 20074. Sudah sejak awal ada upaya-upaya untuk membuat tafsir atau terjemahan Al Qurâan ke dalam bahasa Sunda. Upaya yang paling mutakhir adalah apa yang dilakukan oleh Drs. H. Hidayat Suryalaga dengan membuat terjemahan Al Qurâan dalam bentuk dangding. Sekarang ini, terjemahan Nur Hidayahan ini sudah bisa âdihaleuangâkan di dalam tembang Cianjuran . Pupujian, salah satu seni lain yang sering didengar atau ditemukan di mesjid-mesjid adalah lagu-lagu pupujian atau biasa juga disebut ânadhomâ. Salah satu ânadhomâ yang cukup terkenal adalah âAnak Adamâ Anak Adam urang di dunya ngumbara Umur urang di dunya teh moal lila Anak Adam umur urang teh ngurangan Saban poe saban peuting dikurangan Kurnia, 2002 4. Di Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat banyak lembaga-lembaga keagamaan yang menyelenggarakan pendidikan, seperti madrasah-madrasah, mesjid-mesjid, pesantren-pesantren dan lembaga-lembaga lainnya seperti kegiatan-kegiatan menyelenggarakan dakwah melalui pangaosan-pangaosan ceramah pengajian dan kegiatan lainnya yang dilakukan oleh para alim ulama. Dalam hal ini peranan para alim ulama sangat besar dalam memberikan tuntunan kehidupan beragama dan memberikan penerangan-penerangan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Puisi pupujian yang hidup di lingkungan pesantren dan tempat Puisi Pupujian dalam Bahasa Sunda Aam Masduki 57 Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung 2009 pengajian erat hubungannya dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, para penelaah sastra dalam menentukan saat lahirnya puisi pupujian selalu mengkaitkannya dengan saat mulai menyebarnya agama Islam di Jawa Barat Kartini et al., 19869. Yus Rusyana dalam penelitiannya 1971 telah menggolong-golongkan puisi pupujian Bahasa Sunda menurut isi dan bentuk lahiriahnya verifikasi. Diteliti pula penggunaan fungsi puisi pupujian dan latar belakang sejarahnya. Walaupun demikian, masih banyak lagi segi puisi pupujian Bahasa Sunda yang belum terungkap, misalnya ï· Apakah sumber penciptaan puisi pupujian itu Al-Quran, Hadist, atau sumber lain. ï· Bagaimanakah hubungan puisi pupujian dengan seni suara atau seni musik terbangan, gemyung dan seni musik lainnya. ï· Bagaimanakah perkembangannya dewasa ini. Semua pertanyaan itu merupakan masalah yang perlu digali melalui penelitian untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas dan mendalam tentang puisi pupujian yang ada di Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan puisi pupujian Bahasa Sunda yang ada di Kabupaten Ciamis. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dari segi arti, bentuk, sumber puisi pupujian, fungsi, dan penggunaan puisi pupujian pada masa sekarang. Untuk mencapai sasaran dan tujuan penelitian diperlukan metode dan pendekatan yang sesuai, hal ini bertujuan agar terkumpul data yang relevan serta pelaksanaan penelitian yang terarah, efisien, dan efektif. Oleh karena itu, dalam pepenlitain ini digunakan metode deskripsi, menjaring data sebanyak-banyaknya di lapangan, data yang masuk dicatat dan dianalisis. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi kepustakaan, dan wawancara langsung dengan informan. Para informan ditentukan terdiri atas guru ngaji, pengelola atau pemimpin madrasah atau pesantren dan santri-santri. B. Hasil dan Bahasan Bentuk Dan Isi Puisi Pupujian Puisi pupujian umumnya berbentuk syair, atau dalam sastra Sunda disebut dengan istilah siiran. Dalam sastra Indonesia syair adalah bentuk puisi Melayu pengaruh sastra Arab yang tiap baitnya terdiri atas empat baris. Tiap baris terdiri terdiri atas sembilan sampai empat belas suku kata, dan bersajak a - a - a - a. Syair berisi cerita, hikayat, dan nasihat. Dalam sastra Sunda, puisi pupujian yang bentuknya disebut syair atau siiran tidak selamanya suku katanya terdiri atas sembilan sampai empat belas suku, tatapi lebih sering bersuku kata delapan. Sajaknya pun tidak selamanya a - a - a - a, a - a - b - b, a - b - b - c. Yus Rusyana dalam penelitiannya 1971 19 - 20 dalam Tini Kartini et al., 1986 14, menggolong-golongkan puisi pupujian dalam tujuh bentuk puisi, yaitu sair, kantetan opat empat seuntai, paparikan pantun, kantetan dua dua seuntai, kantetan genep enam seuntai, kantetan salapan sembilan seuntai, dan kantetan robah untaian tak tentu. Adapun contoh bentuk puisi pupujian yang dua seuntai, empat seuntai, lima seuntai, dan delapan seuntai adalah sebagai berikut 1. Bentuk dua seuntai Akur jeung Papada Batur Ari tolab kudu akur jeung batur silih tanya ulah sok paluhur-luhur 58 Patanjala Vol. 1, No. 1, Maret 2009 55 - 63 2009 Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung Eling-eling ka sakabeh nu neangan kana elmu poma ulah rek ngurangan 2. Bentuk empat seuntai Sabada Maot Sabada arwah ka luar di tengah imah ngagoler kulawarga ting galoar bari ceurik humandeuar Kulawarga nyeungceurikan si mayit dimarandian teras dibungkus ku kapan geus beres disaralatan 3. Bentuk lima seuntai Kaum Muslimin Hai dulur kaum Muslimin regepkeun ieu siiran manwai tamba lumayan malahmandar-malah,mandar janten jalan kabagjaan Lamun aya waktu lowong enggal eusi ulah lowong pilari elmu nu luhung ulah embung ulah embung meungpeung umur acan nungtung Tong nganggur ngahurun balung bisi di ahir kaduhung hirup ngaguru ka embung geura eling-geura eling ka jalan Allah Nu Agung 4. Bentuk delapan seuntai Bab Tiung anu Diwajibkeun Nadhoman Bismilah ngawitan ngaji ka Alloh nu maha suci sifat rohman sifat rohim ka sadaya abdi-abdi sholawat salam ka Kangjeng Nabi Muhammad bangsa Hasimi kulawargana jeung Nabi shohabat sadaya sami amma badu ieu nadhom kupingkeun sepuh anom ngaos anca serta alon piceun kabeh manah awon Pasal kahiji Bakuna ka para santri sepuh anom henteu kari nu Islam jaman kiwari anu henteu nutup diri mugi jadi kaweningan sanes pisan kamagungan ieu abdi nyieun nadhom supaya janten ranahan surat anu geus nerangkeun yen istri haram nembongkeun cepil rambut diharamkeun punduk dada diharamkeun surat Ahjab ngulah-ngulah awewe lunta ti imah bari henteu nutup sirah jiga laku jahiliah Pendekna Quran nu agung marentah teu meunang embung yen istri wajib ditiung aneh bet loba nu embung na kasaha rek manutan pan ka Nabi kana Quran naha atuh nyaluyuan kana parentah Pangeran ngaliglag awak teh haram pangembung hate di caram ku syetan anu dirajam pibatureun di jahanam poma-poma enung eulis lampah ulah rek ka jeblos katipu panggoda iblis jiga alus tapi kejos Pasal kadua Ditiung teu kudu santri kadar-kadar kabeh istri nu ngaku Islam teu kari eta wajib nutup diri Puisi Pupujian dalam Bahasa Sunda Aam Masduki 59 Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung 2009 mun kurang genah pinalar tingal dawuh ibu hajar dina kitab minhaj jelas tiung lain anyar-anyar nu petuk hadis jeung Quran sirah kudu ditutupan nu ngaji henteu dipake nu nguping sarua bae rek nurut teh ku talangke pira nutup rambut bae ulama taya nu silung da sumujud ka Yang Agung Pasal katilu Ku sapinah ditataan orat istri keur netepan meunang tembong memenitan ngan raray dampal panangan ngan dinu suni sholat mun urang kabuka orat seug nutupan elat matak batal kana sholat komo keur lunta ti imah leleger cara arab mah cing eta rambut mah ulah diligar percumah tembong ku lalaki lian kabeh badan ditutupan leungeun suku dikaosan ngan panon celak-celakan Leuleugeur atuh kitu mah da sunat nutupan beungeut mah cing atuh rambut mah nutup da moal percumah siksaan nu teu ditiung eta buukna digantung di luhureun seuneu hurung kitu benduna yang Agung kitu dawuh Kangjeng Nabi dina kitab Al Bukhori geura pek mangga tingali kitab Masyadul Ibadi awewe lumrah di kampung teu dibaju teu ditiung pang alus di samping jangkung komo benduna Yang Agung Lampah haram jadi lumrah teu terang laânatna Alloh dina pipi nyieun harang jeung digusar ge dilarang kaya awewe disobrah gede gelung nu diarah geura lamun hoyong terang Riyadussolihin teang tah kitu lumrah manusa kana dosa sok biasa thoat mah diasa-asa duh badan masing rumasa kana nyorang paharaman banget benduna Pangeran tangtu ngaganjar pangeran kanu nunda paharaman Pasal kaopat Lalaki melong awewe sanajan eta awewe ka panenjo teu malire hukumna teh haram bae mun ningal lain ti bojo haram batan ti lalajo komo mun patenjo-tenjo hukuman jinah panenjo anging waktu jual beuli atawana waktu ngaji meunang nenjo saperluna tapi ulah matak hina kudu bae aya baturna sangkan teu aya fitnahna sakieu anu di nadhomkeun bab tiung anu diwajibkeun Isi Pusi Pupujian Sebagai media pendidikan, menurut Yus Rusyana puisi pupujian mempunyai fungsi sosial, pusi yang berisi berbagai nasihat dan pengajaran yang dinyanyikan itu umumnya dihapal oleh anak-anak di luar kepala. Hapalan semasa kecil itu niscaya besar pengaruhnya pada perkembangan jiwa si anak apabila sudah dewasa. Adapun puisi 60 Patanjala Vol. 1, No. 1, Maret 2009 55 - 63 2009 Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung pupujian dapat dibagi menjadi enam golongan yaitu 1. Yang memuji keagungan Allah 2. Solawat kepada Rosullullah 3. Doâa dan taubat kepada Allah 4. Meminta safaat kepada Rosulullah 5. Menasihati umat agar melakukan ibadat dan amal soleh serta menjauhi kemasiatan 6. memberi pelajaran tentang agama seperti keimanan, rukun Islam, fikih, ahlak, tareh, tafsir Qurâan, sorof dan lain-lain Yus Rusyana, 1971 9. Adapun isi puisi pupujian yang menasehati dan memberi ingat bahwa kita akan mati adalah sebagai berikut Anak Adam Anak adam anjeun di dunya ngumbara umur anjeun di dunya teh moal lila anak adam umur anjeun teh ngurangan saban poe saban peuting dicontangan Anak adam anjeun paeh teh sorangan cul anak cul salaki cul babarengan anak adam paeh euweuh nu dibawa ngan hasiwung jeung boeh nu dibawa Anak adam pasaran teh lolongseran saban poe saban peuting gegeroan anak adam ka luar ti imah digarotong dina pasaran teu ngeunah aduh bapa aduh ema abdi keueung rup ku padung rup ku taneuh abdi sieun Anak adam dikubur teh leuwih poek nu nyaangan di kubur teh maca quran anak adam paeh anjeun ditakonan malaikat Munkar Nakir nu nakonan anak adam tangtu keuna eta gegendir paneunggeulna malaikat Mungkar Nakir Anak adam anu amal urang alus eta tangtu dikubur teh leuwih mulus Anak adam sing garetol maca quran pidamareun di kubur teh maca quran Anak adam ka luar ti alam barjah waktuna teh sabada genah nya eta anu dina tiupan anu kadua nu dingaranan paniup baas tea Anak adam urang sanggeus dihirupan tuluy digiring kana tempat dangdaratan pirang-pirang aleutan nu rupa-rupa sakur amalna waktu hirupna di dunya Anak adam aya nu rupa bagong waktu di dunya teh bedegong anak adam waktu anjeun keur ditimbang mun beurat ka kenca tangtu kana jungkrang kitu deui lamun beurat ka katuhu eta untung kabungahan anu tangtu beunang Dulur-dulur sakieu wasiat pamugi ieu nadoman janten hikmat Anak adam maot eta lawang sakabehna jalma-jalma pada nyorang anak adam ari maot teh imanaan sakur-sakur jalma pada ngaraosan Anak adam dawuh Alloh maneh dijieun taya lian pikeun ibadah lakonan Anak adam maneh ulah katungkulkeun kana dunya sabab bakal ditinggalkeun anak adam maneh ngalaksanakeun dosa saha anu nyalametkeun tina siksa maneh lamun ngarep-ngarep rohmat kami reujeung maneh lamun sieun tina siksaan eta tina doraka jauhan Henteu sieun ku Allah sakama-kama anak adam ulah poho kana maot carana ari maot ka anjeun pogot geuning ayeuna maneh keur mapay jalan tangtu anjeun nepi ka panungtungan Puisi Pupujian dalam Bahasa Sunda Aam Masduki 61 Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung 2009 Anak adam pek pigawe omat hade karna nu jadi konci sorga nu engke reujeung tinggalkeun sagala kagorengan sabab jadi konci naraka siksaan Anak adam gedong-gedong nu di dunya nu ku anjeun dijieun direka-reka pasti pisan ku anjeun teh ditinggalkeun jadi ka anjeun malah ngalaksanakeun anjeun pindah ka dunya ka pakuburan dina pakuburan tangtu disampakeun mun boga amal soleh tangtu bungah lamun mawa dosa tangtu ge susah pakuburan nunggu jalma nu soleh kasebutkeun rowadotul minal zanah hartosna teh patamanan nu ti sorga mungguh ka nu doraka urang naraka Anak adam ari nu ngawungkul dunya tangtu di dunya hirupna hayang lila ari jalma anu resep ka aherat di dunyana tangtu sono keur maot ieu nadom pepeling reujeung wasiat nu kadua pek di sambung deui wafat Fungsi Puisi Pupujian Seperti telah dikemukaan pada uraian di atas, sebagai media pendidikan puisi pupujian mempunyai fungsi sosial. Umumnya puisi pupujian itu dinyanyikan di mesjid-mesjid, musola-musola, pesantren-pesantren atau di tempat-tempat pengajian lainnya, sementara menunggu orang-orang saat sembahyang berjamaah antara azad dan qomat. Di pesantren dan di madrasah pupujian juga dikumandangkan pada saat pelajaran berlangsung, sedangkan di tempat pengajian anak-anak atau ibu-ibu puisi pupujian dinyanyikan pada saat menung-gu waktu mengaji atau sesudahnya. Puisi pupujian dipergunakan untuk mempengaruhi pikiran, perasaan, dan tingkah laku manusia, di samping dipergunakan pula untuk menyampaikan berbagai ajaran agama. Sebagai media pendidikan, puisi pupujian yang berisi berbagai nasihat dan pelajaran agama yang disampaikan dengan dinyanyikan itu umumnya dihafalkan di luar kepala. Hafal dan seringnya mengucapkan serta mendengarkan pupujian, diharapkan anak-anak didik, para santri, serta masyarakat umum tergugah dan mempunyai keinginan untuk mengikuti nasihat serta ajaran agama yang dikumandangkan melalui puisi pupujian tersebut. Selain itu puisi pupujian berfungsi sebagai alat pendidikan agama, adab, dan susila kemasyarakatan. Di mana puisi pupujian dipergunakan untuk memu-dahkan cara penyampaian pendidikan, yaitu dengan cara dinyanyikan atau dinazamkan. Dengan cara itu terutama anak-anak sekolah, pendidikan agama dan adab susila akan mudah diterima. Selain itu puisi pupujian dipentaskan dalam acara kegamaan, seperti Rajaban, Mauludan, Musabaqoh tilawatil Quran dan sebagainya C. Penutup Jawa Barat yang beraneka ragam seni pada saat ini sedang mengalami erosi budaya terutama dalam tatanan ekonomi masyarakat pedesaan yang agraris tradisional. Hal ini merupakan pengaruh dari pembangunan ilmu pengetahuan, teknologi pedesaan dan berkembangnya arus kebudayaan masa yang tentunya mempercepat musnahnya seni tradisi tertentu. Dampak lainnya yang paling tragis dari tranformasi budaya yang tidak terkendali adalah menerima realita akan mundurnya ber-bagai kesenian, sehingga dengan banyaknya seni tradisi yang sedang mengalami proses kepunahan akan menjadi dilematis dalam usaha pembi-naan, pengembangan dan pelestarian. Begitu juga masyarakat pedesaan yang sedang mengalami suatu proses perubahan sosiokultural akibat pengaruh 62 Patanjala Vol. 1, No. 1, Maret 2009 55 - 63 2009 Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung budaya luar yang sangat pesat, menimbulkan terjadinya penipisan lapangan kerja agraris karena berpindah terhadap lapangan kerja industri. Kesenian tradisi yang mempunyai relevansi dengan masyarakat desa seperti hubungan tata upacara, pengolah sektor agraris magis mulai tersingkir, sehingga akibat logisnya akan berdampak pada langkanya kesempatan untuk menga-dakan pertunjukan tersebut. Permasalahan lain yang dialami oleh berbagai seni tradisi yang sangat erat kaitannya dengan tatanan dan kehidupan masyarakat pedesaan saat ini dirasakan cukup kompleks, seperti halnya jenis kesenian yang termasuk dalam rumpun tradisi, yaitu ungkapan tradi-sional, sisindiran, sajak, puisi rakyat, cerita rakyat, kawih, beluk, pantun, dan sejenisnya yang dulu pernah mengalami kejayaan. Pada jamannya, tradisi-tradisi lisan tersebut memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan masya-rakat Sunda. Pada masa itu, banyak tradisi lisan yang berfungsi sebagai sarana penyampaian/tranformasi nilai budaya. Beberapa diantaranya, seperti bahkan memiliki fungsi ritual, yang keberadaannya senantiasa dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa tertentu. Sayangnya tradisi-tradisi lisan itu kini telah semakin jauh dari peminatnya, bhakan banyak diantaranya yang nyaris punah. Padahal tradisi-tradisi lisan itu banyak mengandung nilai luhur yang sangat diperlukan bagi perkembangan sikap, watak dan kepribadian. Bahkan generasi muda khususnya di daerah perkotaan banyak yang sama sekali tidak mengenal tradisi lisan ini. Bagi masyarakat yang masih memegang teguh nilai-nilai tradisi lama sebagai peninggalan leluhurnya, tentu dalam banyak hal mereka tidak akan melepaskan tata-cara ketradisian sebagai perjalanan hidupnya. Banyak ragam dan wahana yang dapat diakrabkan oleh nilai-nilai ketradisian tersebut, diantaranya melalui sarana kesenian. Dalam hubungan tersebut, salah satu jenis kesenian tradisional yang dianggap mempunyai kekuatan dan dapat menghadirkan sesosok raga kekuatan rohani diantaranya jenis kesenian Seni Musik, Seni Suara, dan Seni Sastra. Beberapa seni musik ada yang sangat terasa sekali nuansa Islamnya. Selama ini ada kesan bahwa seni musik islami itu hanyalah kesenian yang menggunakan âgenjringâ dengan menya-nyikan lagu-lagu berbahasa arab atau lagu-lagu bernafaskan Islam Tagoni. Pada kenyataan ada juga jenis kesenian lain yang juga bernafaskan Islam. Hal ini dicirikan dengan lagu-lagunya yang menggunakan bahasa Arab sebagai pujian solawat kepada Nabi Muhammad SAW. Beberapa jenis kesenian yang menggunakan lagu-lagu solawat Nabi adalah Badeng di Ciamis; Benjang yang menggunakan lagu-lagu dari Rudat, seperti Asrokol, Badatmala; serta dan âRudatâ nya sendiri. Untuk seni suara, selain di dalam Islam dikenal Quro, di tatar Sunda ada beberapa lagu-lagu Islami yang dikumandangkan dengan mengandalkan keindahan sura seperti terlihat pada beluk, seni terbang dan juga Cigawiran/Pagerageungan. Begitu pula dalam seni sastra, sudah sejak awal ada upaya-upaya untuk membuat tafsir atau terjemahan Al Qurâan ke dalam bahasa Sunda. Seperti telah dijelaskan di atas, upaya yang paling mutakhir adalah apa yang dilakukan oleh Drs. H. Hidayat Suryalaga dengan membuat terjemahan Al Qurâan dalam bentuk dangding. Sekarang ini, terjemahan Nur Hidayahan ini sudah bisa dihaleuangkeun di dalam tembang Cianjuran Kurnia, 2002 4. Pada masa sekarang penggunaan pusi pupujian sudah agak berkurang baik Puisi Pupujian dalam Bahasa Sunda Aam Masduki 63 Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung 2009 di mesjid, maupun tempat pengajian. Di beberapa tempat pupujian masih dipergunakan tetapi fungsinya sudah berubah, yaitu dari media pendidikan menjadi kegiatan kesenian misalnya pada waktu memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW, Rajaban atau imtihan. Diduga berkurangnya penggunaan puisi pupujian itu disebabkan tingkat pendi-dikan dan pengetahuan agama masya-rakat sekarang sudah jauh lebih tinggi daripada ajaran-ajaran agama yang diku-mandangkan dalam puisi pupujian. Di samping itu, buku-buku tentang ajaran agama Islam sekarang telah banyak beredar dan mudah diperoleh. Penyebab lainnya, mungkin karena pengaruh kebudayaan modern, masyarakat seka-rang menganggap lagu dan ajaran-ajaran dalam puisi pupujian kurang sesuai dengan tuntutan jaman terutama ajaran tentang adab dan sopan santun Kartini et al., 1986 14. DAFTAR PUSTAKA Kartini, Tini et al. 1986. Puisi Pupujian dalam Bahasa Sunda. Jakarta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kurnia, Ganjar. 2002. Pengaruh Budaya Islam terhadap Kesenian Sunda. Dalam Seminar Sehari tentang Seni Budaya Islam Bagi Generasi Muda, 23 Oktober 2002. Bandung Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lembaga Basa dan Sastra Sunda. 1975. Kamus Umum Basa Sunda. Bandung Tarate. Noor, Acep Zamzam. 2007. Pesantren dalam Sastra Sunda. Makalah disampaikan pada Dialog Budaya âMengenal Kebudayaan Pesantrenâ, berlangsung di Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya, 8 September 2007. Bandung Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional. Rusyana, Yus. 1971. Bagbagan Puisi Pupujian Sunda. Bandung Proyek Penelitian Pantun dan Folklore Sunda. Kiki Esa PerdanaJudul penelitian ini adalah âanalisis semiotika pada syair pupujian sunda eling-eling umatâ. Syair pupujian eling-eling umat ini merupakan ciri khas pupujian yang muncul pada tempat ibadah yang mayoritas penduduk nya orang sunda, karena pupujian menggunakan Bahasa sunda. Ajaran pupujian sunda ini merupakan salah satu ajaran aswaja yang diserap oleh pertumbuhan islam di nusantara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dari umat islam di indonesia, terutama di daerah sunda, dalam mempertahankan ajaran keislaman yang mereka percayai dalam menyebarkan syiar melalui kebudayaan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi pustaka. Sedangkan pengujian validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi data, data yang diperoleh disesuaikan atau dilakukan cek ulang dengan sumber data lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan pendekatan beragama menggunakan kebudayaan local setempat, dinilai cukup efektip untuk meyebarkan pendidikan dasar islam di masyarakat. The title of this research is "semiotic analysis of the Sundanese poetry of the eling-eling umat". This eloquent verse of praise for the people is a characteristic of the praise that appears in places of worship where the majority of the population is Sundanese, because the praise uses the Sundane language. This Sundanese praise teaching is one of the Aswaja teachings that were absorbed by the growth of Islam in the archipelago. The purpose of this study is to find out how the Muslims in Indonesia, especially in the Sundanese area, maintain the Islamic teachings. They believe in spreading wisdom through culture. Data was collected through interviews, observation, and literature study. While testing the validity of the data in this study using data triangulation, the data obtained was adjusted or rechecked with other data sources. Based on the results of the study, the authors conclude that a religious approach using local culture is considered effective enough to spread Islamic basic education in the Pupujian dalam Bahasa Sunda. Jakarta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pusat Pembinaan dan Pengembangan BahasaTini KartiniKartini, Tini et al. 1986. Puisi Pupujian dalam Bahasa Sunda. Jakarta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pusat Pembinaan dan Pengembangan disampaikan pada Dialog BudayaAcep NoorZamzamNoor, Acep Zamzam. 2007. Pesantren dalam Sastra Sunda. Makalah disampaikan pada Dialog Budaya "Mengenal Kebudayaan Pesantren", berlangsung di Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya, 8 September 2007. Bandung Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Puisi Pupujian Sunda. Bandung Proyek Penelitian Pantun dan Folklore SundaYus RusyanaRusyana, Yus. 1971. Bagbagan Puisi Pupujian Sunda. Bandung Proyek Penelitian Pantun dan Folklore Sunda.
puisi bahasa sunda tentang pendidikan