PuasaRamadan yang setiap tahun dijalani umat Islam selama satu bulan penuh, dengan menahan lapar dan dahaga, selain menjalankan perintah agama, juga merupakan latihan mental menahan berbagai nafsu yang tidak terpuji, dan sekaligus kesempatan untuk berbagai kepada mereka yang tidak beruntung. Seorangmuslim harus bisa menahan diri dari nafsu, lapar, dan dahaga sejak terbit hingga terbenam matahari. Jauhi segala hal yang membatalkan puasa ataupun mengurangi pahalanya. Perbanyak zikir, doa, dan ibadah lainnya untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt.. Puasaitu untuk Allah, bukan untuk diet, atau sekedar menahan lapar dan dahaga. Tetapi menahan nafsu yang membatalkan dan mengurangi pahala puasa, seperti pandangan mata yang membawa maksiat, pendengaran yang hanya memfitnah orang lain, menyentuh wanita yang bukan mukhrimnya, berbohong, menipu, menghasut, menghujat, melecehkan, memarahi, hingga menghina orang lain. puasasesungguhnya adalah menahan diri dari perbuatan yang diharamkan agama, sedangkan menahan lapar dan dahaga hanyalah puasa ringan jurnalissumbar Saturday, April 09, 2022 Prof.Dr.H.Asasriwarni MH/Guru Besar UIN IB Padang/Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumbar/Anggota Dewan Pertimbangan MUI Pusat Padahal puasa berarti menahan. Secara teknis, setelah seseorang mampu menahan lapar dan haus selama sehari, ia diharapkan mampu membatasi segala keinginan duniawinya. Bukan hanya selama berpuasa, tetapi juga setelah berbuka. Allah membanggakan orang-orang yang mau berjuang mengendalikan hawa nafsunya. Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd.

puasa bukan sekedar menahan lapar dan dahaga