PresidenDirektur PT Batamec Shipyard Maya Miranda Ambarsari mengucapkan rasa terima kasihnya kepada TNI AL yang telah memberikan kepercayaan kepada Batamec untuk kembali membangun kapal BCM 4 berkapasitas 5.500 ton tersebut. "Kapal BCM ini merupakan kapal kedua yang kami bangun untuk kebutuhan TNI AL. Kami akan menjaga kepercayaan ini
Thecompany was founded in 1990 as a combination of 4 shipyard companies, namely PT Dok & Shipping Tanjung Priok (Persero), PT Kodja (Persero), PT Pelita Bahari (Persero) and PT Dok & Nusantara Shipyard. In 2009, the company earned revenues of Rp.494.2 billion.
KUMALAINDONESIA SHIPYARD - BATAM & PT. PEL. KUNANGAN CITRABAHARI - JAKARTA. Jln. Brig. Jend. Katamso KM 6, Tanjung Uncang. Perusahaan ini didirikan dari perusahaan pelayaran bernama PT. Kunangan Citrabahari di Jambi ( dengan cabang di Jakarta) pada tahun 1970 oleh Tuan Zikif Effendy Lee yang telah memiliki pengalaman 20 tahun di kapal tunda
KamiPT. SELOKO BATAM SHIPYARD adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang Repair, Bangunan Kapal baru, Parking & Rental yang berpusat di Tanjung Riau, Batam, Indonesia. dan telah berkiprah selama kurang lebih 10 tahun dalam menangani Kapal Repair dengan tenaga yang berpengalaman dalam bidang Hull Construction, Outfitting dan overhaul M/E .
Incorporatedin 2009, located in Tanjung Balai Karimun, Indonesia in southwest of Singapore and west of Batam with ferry journey around 1 hour, close to the Straits of Malacca, one of the world's busiest shipping lines. PT Multi Ocean Shipyard Head Office : Sudirman Plaza - Plaza Marein 21st Floor Jl. Jend Sudirman Kav 76-78 Jakarta
Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. BATAM, - Kecelakaan kerja yang menewaskan seorang karyawan terjadi di PT Karya Teknik Utama Shipyard KTU yang berlokasi di jalan Pelabuhan Sagulung, Kelurahan Sei Binti, Kecamatan Sagulung, Batam, Senin 5/6/2023 sore. Karyawan bernama Ws 48 tersebut meninggal dunia, setelah tersengat listrik saat melakukan pengelasan kapal tongkang di PT KTU Sagulung Batam. Kapolsek Sagulung Iptu Donald Tambunan, melalui Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Ipda Yuda Firmansyah mengatakan, kejadian tersebut sudah ditangani polisi dan saat ini pihaknya masih melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut. "Kita sudah datangi lokasi kejadian dan memberikan garis polisi untuk upaya penyidikan lebih lanjut," katanya. Baca juga Kecelakaan Kerja Tewaskan Tiga Pekerja Kapal Tongkang, Diduga Hirup Gas Beracun Dia juga mengatakan, belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut, karena masih memeriksa saksi-saksi. "Nanti kalau sudah ada perkembangan kita berikan informasi lebih lanjut," terangnya. Dia menegaskan, korban meninggal setelah kena setrum saat melakukan pekerjaan pengelasan kapal di PT KTU Sagulung Batam. "Tadi jenazah sudah dibawa ke RSUD EF, sedang pengurusan administrasi,"katanya. Sementara mengenai kejadian tersebut Tribunbatam masih mencari informasi lebih lanjut dari pihak perusahaan. Sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak perusahaan. Sitanggang
Great Ships, for the Great Value KTU has been in the marine industry for more than 30 years. Who We Are KTU has been in the marine industry for more than 30 years. It was originally established in 1982 as a humble marine workshop at Jalan Kakap in Jakarta. A shipyard in Marunda was soon acquired with its initial focus on wooden fishing Shipyard built its first shipyard at Sagulung, Batam in 2000 and Sekupang, Batam in 2005. In 2019, KTU Shipyard purchased its newest yard at Tanjung Riau, Batam, previously PT. Britoil Offshore. The rapid growth is primarily due to the strong demand and trust in KTU products and services. Both shipyards are supported by various operational facilities, skilled workforce, and extensive constructional sites up to international standards. Who We Are KTU has been in the marine industry for more than 30 years. It was originally established in 1982 as a humble marine workshop at Jalan Kakap in Jakarta. A shipyard in Marunda was soon acquired with its initial focus on wooden fishing Shipyard built its first shipyard at Sagulung, Batam in 2000 and Sekupang, Batam in 2005. In 2019, KTU Shipyard purchased its newest yard at Tanjung Riau, Batam, previously PT. Britoil Offshore. The rapid growth is primarily due to the strong demand and trust in KTU products and services. Both shipyards are supported by various operational facilities, skilled workforce, and extensive constructional sites up to international standards. Vision KTU reinforce its vision to grow into a world-renowned company in the shipbuilding industry. Building a range of solutions that serves the needs of the industry while pushing the limits of innovation, design and efficiency. Mission KTU Shipyard aims to provide value to customers, employees, suppliers, and shareholders through sustainable business growth. What We Do? KTU Shipyard has a long experience in the field of shipbuilding. Through the decades-long journey, we have specialized in a series of products including tugboats deck cargo barges, oil barges, crane barges, cement carriers and tankers. KTU Shipyard offers a comprehensive range of maintenance, repairs, refit, conversions, and decommissioning. KTU Shipyard will be able to assist you along the entire life cycle of your ships. To Date Our record to date not only represents our reputation as a reliable shipbuilder but to more opportunities coming our way. Yard Tour KTU Shipyard is supported by various operational facilities, a skilled workforce, and extensive construction sites up to international values guide us, empower us and drive us forward. Yard Tour KTU Shipyard is supported by various operational facilities, a skilled workforce, and extensive construction sites up to international values guide us, empower us and drive us forward.
Tanjungpinang - Perusahaan pelayaran berskala nasional di Batam, PT Bahtera Bahari Shipyard tahun 2019 akan memproduksi 60 kapal berskala besar. Pemilik PT Bahtera Bahari Shipyard, Hengky Suryawan, di Tanjungpinang, Selasa 25/6/2019, mengatakan, kapal yang diproduksi seperti tongkang dan kapal pesiar. Kapal tersebut merupakan karya anak negeri. Tim ahli kebanyakan mereka berasal dari Sulawesi Selatan. "Pembuatan kapal itu sesuai pesanan pengusaha. Jadi semua ada pembelinya," ujarnya. Hengky menjelaskan kapal tongkang diproduksi untuk kepentingan pengusaha yang bergerak di bidang pertambangan. Sementara kapal pesiar dibangun tujuh lantai yang dapat menampung sejumlah mobil dan lapangan untuk parkir hellipad. "Kapal mewah itu mirip Kapal Roro. Ini dipesan pengusaha batubara asal Banjarmasin," ucapnya. Tahun 2018, perusahaan tersebut memproduksi sekitar 50 kapal. Kapal tersebut kebanyakan untuk kepentingan pertambangan dan angkutan barang lainnya. "Tahun lalu juga kami buat kapal pesiar mewah," tuturnya. Selain memproduksi kapal, Hengky juga menyewakan puluhan kapal tongkang miliknya. "Banyak yang menyewa kapal tongkang, terutama untuk kepentingan pengangkutan batubara," katanya. *
JAKARTA - Sebagai negara maritim Indonesia membutuhkan kapal-kapal terbaik yang diproduksi anak bangsa. Selama ini industri galangan kapal masih didominasi perusahaan potensi tersebut, pengusaha Maya Miranda Ambarsari mengakuisisi PT Batamec Shipyard. Perusahaan galangan kapal yang semula dimiliki oleh perusahaan asing atau Penanaman Modal Asing PMA itu pun berubah menjadi perusahaan nasional atau Penanaman Modal Dalam Negeri PMDN.“Setelah lebih dari 35 tahun menjadi PMA, akhirnya PT Batamec Shipyard resmi menjadi perusahaan milik anak bangsa. Perusahaan lokal dengan skala internasional. Saya optimistis Batamec bisa menjadi market leader untuk perusahaan galangan kapal di Indonesia," ujar Maya Miranda Ambarsari, Presiden Direktur PT Batamec Shipyard, Jumat 25/10/2019. Meski sempat terhenti sekitar 1,5 tahun, Maya yakin untuk mengambil alih perusahaan yang memiliki lebih dari 500 karyawan ini. Bahkan dia optimistis, setelah menjadi perusahaan nasional, Batamec bisa membawa kejayaan Indonesia pada bidang perkapalan di mata dunia."Selain tentunya dapat menyerap tenaga kerja dan membuka lapangan pekerjaan yang akan membangun perekonomian,” tutur Shipyard merupakan salah satu perusahaan galangan kapal terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang pembangunan kapal baru, perbaikan, dan konversi pengalaman lebih dari 35 tahun sejak, berdiri pada 1984, Batamec memiliki sistem kerja, produksi, dan SDM sangat professional sehingga mampu memproduksi kapal-kapal memiliki berbagai fasilitas lengkap untuk pembuatan dan perbaikan kapal. Perusahaan ini berdiri di atas lahan sekitar 70 hektare dengan fasilitas seperti graving dock yang dilengkapi 2 grantry crane berkapasitas 160 ton dan tinggi 32 yang berlokasi di Batam ini telah menerima penghargaan ISO 90012008 tentang sistem manajemen berkualitas, serta sistem keamanan dan kesehatan dari BS OHSAS 180012007, serta sistem manajemen lingkungan ISO 14001 saat ini mampu memproduksi berbagai jenis kapal mulai dari Kapal Tanker, Kapal Kargo, Kapal Bantu Cair Minyak, Kapal Tandu, dan lainnya sesuai tidak hanya berasal dari dalam negeri, Batamec pernah memproduksi kapal yang dipesan langsung dari luar negeri seperti Miranda Ambarsari adalah pemilik sekaligus President Direktur PT Batamec Shipyard galangan kapal. Sebelumnya, sekitar Agustus 2019, Maya mengakuisisi kepemilikan saham PT Tawu Inti Bati pabrik pengolahan minyak yang awalnya milik perusahaan asing atau tiga bulan, peraih “Best Achiever in Women Entrepreneurs” ini mengakuisisi dua PMA dan mengubahnya menjadi juga merupakan salah satu pemilik perusahaan E-commerce shopping online, shareholder di Pertambangan Emas PT. Merdeka Copper and Gold Tbk, pemilik guest houses di area-area elit Elliottii, klinik kecantikan, serta memiliki yayasan untuk kegiatan sosial, yaitu "Rumah Belajar Miranda”.Maya memiliki latar belakang di bidang hukum dan lulusan Master of International Business, Swinburne University of Technology, Melbourne – Australia. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini galangan kapal Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam
KTU Shipyard KTU Shipyard KTU Shipyard has been in the marine industry for more than 30 years. It was originally established in 1982 as a humble marine workshop at Jalan Kakap in shipyard in Marunda was soon acquired with its initial focus on wooden fishing Shipyard built its first shipyard at Sagulung, Batam in 2000 and Sekupang,Batam in 2005. In 2019, KTU Shipyard purchased its newest yard at Tanjung Riau, Batam , previously PT. Britoil Offshore. The rapid growth is primarily due to the strong demand and trust in KTU Shipyard products and service. Both shipyards are supported by various operational facilities, skilled workforce and extensive constructional sites up to international standards. Great Ship, Great Value Get in touch with our representative to be a part of our journey.
pt shipyard di batam